Potensi Rp300 Triliun! Komisi VII DPR RI Dukung Penuh Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat

Komisi VII DPR RI serius dorong Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat demi ekonomi daerah. Sektor ini catat perputaran uang fantastis, bagaimana pelibatannya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Potensi Rp300 Triliun! Komisi VII DPR RI Dukung Penuh Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat
Komisi VII DPR RI serius dorong Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat demi ekonomi daerah. Sektor ini catat perputaran uang fantastis, bagaimana pelibatannya? (AntaraNews)

Komisi VII DPR RI menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor pariwisata nasional melalui dukungan terhadap Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat. Langkah ini dinilai krusial untuk menggerakkan roda perekonomian daerah dan memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh warga setempat. Sektor pariwisata diproyeksikan memiliki perputaran uang hingga Rp300 triliun pada tahun 2024, menunjukkan potensi besar yang belum sepenuhnya tergali.

Dukungan tersebut disampaikan oleh Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, dalam acara Bimbingan Teknis Pengembangan Event Nasional Berbasis Wisata Alam dan Petualangan. Acara penting ini diselenggarakan di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Minggu, 12 Oktober. Inisiatif ini bertujuan untuk membentuk kelompok-kelompok masyarakat aktif yang mampu mengelola potensi wisata di wilayah mereka melalui Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat.

Pengembangan pariwisata yang melibatkan langsung warga lokal diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional yang ambisius, yakni mencapai 8 persen. Dengan adanya partisipasi aktif dari masyarakat, destinasi wisata akan semakin beragam dan menarik, sekaligus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan komunitas.

Komisi VII DPR RI secara tegas menyatakan dukungannya terhadap sektor pariwisata, yang diyakini sebagai penggerak utama ekonomi daerah. Kaisar Abu Hanifah menekankan pentingnya pelibatan aktif masyarakat dalam mengelola potensi wisata. "Saya ingin ke depan, banyak orang yang terlibat menjadi penggerak sektor pariwisata. Kita harus membentuk kelompok-kelompok masyarakat yang aktif menggerakkan potensi wisata di daerah masing-masing," ujarnya.

Sektor pariwisata memiliki daya tarik ekonomi yang sangat besar, dengan proyeksi perputaran uang mencapai Rp300 triliun pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan betapa strategisnya sektor ini bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut Kaisar, "Sektor pariwisata adalah sektor strategis, di mana perputaran uang di dalamnya sangat banyak. Banyak cara untuk menghasilkan uang dari sini."

Dukungan dari Komisi VII DPR RI tidak hanya terbatas pada pernyataan, melainkan juga mencakup aspek kebijakan, anggaran, dan pengawasan. Komitmen ini bertujuan untuk memperkuat fondasi pariwisata nasional. Dengan dukungan penuh dari parlemen, diharapkan Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat dapat berjalan optimal dan memberikan kontribusi signifikan terhadap target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Asisten Deputi Event Nasional Kementerian Pariwisata, Ni Komang Ayu Astiti, menyoroti peran sentral pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan event wisata. Terutama untuk jenis wisata alam dan petualangan, partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan. Daerah seperti Sleman, DIY, disebut memiliki potensi besar untuk menghadirkan atraksi wisata yang mampu menarik minat wisatawan.

Pemanfaatan warisan budaya dan alam menjadi fokus utama dalam strategi ini. Ni Komang menjelaskan, "Kita punya warisan budaya seperti candi-candi peninggalan nenek moyang yang sudah punya brand kuat. Sekarang tinggal bagaimana kita menyiapkan aktivitas pendukung agar wisatawan betah lebih lama." Ide-ide kreatif seperti "trail run" di sekitar kawasan candi dapat menjadi daya tarik baru yang modern.

Pengembangan atraksi semacam ini tidak hanya meningkatkan daya tarik destinasi, tetapi juga mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama. Durasi kunjungan yang lebih panjang akan secara otomatis meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, termasuk sektor kuliner dan kerajinan tangan. Bali dan Yogyakarta, sebagai dua destinasi utama, diharapkan dapat menyerap kunjungan wisatawan dalam jumlah besar melalui strategi ini.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Kus Hendarto, menyambut baik sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Kolaborasi ini dianggap vital untuk memperkuat sektor pariwisata di wilayahnya. Potensi alam dan budaya yang melimpah di Sleman dapat menjadi sumber kesejahteraan masyarakat jika dikelola dengan baik dan berkelanjutan.

Kus Hendarto menegaskan bahwa kekayaan lokal harus dimanfaatkan secara optimal. "Kita punya kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Tinggal bagaimana menjadikannya sebagai sumber kesejahteraan masyarakat. Salah satunya dengan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata," ungkapnya. Peningkatan PAD dari sektor pariwisata akan secara langsung berkontribusi pada pembangunan daerah.

Untuk mencapai tujuan tersebut, promosi intensif dan pengembangan atraksi yang sesuai dengan potensi lokal menjadi prioritas. Strategi ini dirancang untuk menarik wisatawan dengan daya beli tinggi agar mereka mau berbelanja dan menghabiskan lebih banyak waktu di Sleman. Dengan demikian, Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan dan berkelanjutan bagi seluruh komunitas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi