Fakta Unik Burung Penari: Kampung Wisata Kwau Manokwari Jadi Motor Ekowisata Unggulan Papua Barat
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menetapkan Kampung Wisata Kwau sebagai motor penggerak ekowisata Manokwari. Temukan potensi alam dan budaya yang memukau di sini!
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, secara resmi menyatakan penetapan Kampung Kwau sebagai kampung wisata akan menjadi motor penggerak utama pengembangan ekowisata di Kabupaten Manokwari. Pernyataan ini disampaikan saat kunjungan ke Kampung Wisata Kwau pada hari Sabtu, 20 September, menandai langkah strategis dalam memajukan sektor pariwisata berbasis keindahan alam.
"Penetapan status kampung wisata merupakan langkah strategi pengembangan sektor pariwisata berbasis keindahan alam," kata Dominggus di Kampung Wisata Kwau. Penetapan status ini diharapkan dapat memperkuat posisi Kwau sebagai destinasi unggulan, sekaligus membuka berbagai peluang ekonomi baru bagi warga lokal.
Masyarakat kini memiliki kesempatan untuk mengelola homestay, mengembangkan paket wisata, serta membudidayakan kopi secara mandiri dan berkelanjutan. Inisiatif ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan pariwisata yang bertanggung jawab.
Potensi Alam dan Budaya Kampung Kwau yang Memukau
Kampung Kwau diberkahi dengan keanekaragaman flora dan fauna yang luar biasa, menjadikannya daya tarik utama bagi para pengunjung. Di antara satwa endemik yang dapat ditemukan adalah burung penari (western parotia) dan vogelkop bowerbird (amblyornis inornatus), yang terkenal dengan ritual kawinnya yang unik.
Selain itu, wilayah ini juga kaya akan spesies kupu-kupu, berbagai jenis anggrek langka, serta burung-burung endemik Papua lainnya. Keindahan alam pegunungan yang masih terjaga keasliannya mampu memikat hati wisatawan, peneliti, dan pecinta alam untuk datang dan menjelajahi keunikan ekosistemnya.
"Tak hanya kekayaan alam, tapi masyarakat Kampung Kwau juga masih memelihara adat, budaya dan tradisi warisan leluhur," ujar Dominggus. Hal ini menambah nilai otentik bagi pengalaman wisatawan, memungkinkan mereka untuk berinteraksi langsung dengan kearifan lokal yang masih lestari.
Dukungan Pemerintah dan Pemberdayaan Masyarakat Lokal
Pemerintah provinsi dan kabupaten menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pengembangan Kampung Wisata Kwau melalui kolaborasi berbagai program. Salah satu fokus utama adalah realisasi pembangunan fasilitas pendukung, seperti peningkatan jaringan telekomunikasi yang krusial untuk konektivitas wisatawan.
"Pemerintah provinsi memberikan dukungan dari sisi jaringan telekomunikasi, termasuk perbaikan jalan menuju spot-spot inti," kata Dominggus. Ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan, sekaligus mendongkrak daya saing Kampung Kwau sebagai destinasi ekowisata unggulan.
Gubernur Dominggus Mandacan secara khusus mengapresiasi komitmen masyarakat Kampung Kwau, yang dikoordinir oleh Hans Mandacan, dalam pengelolaan retribusi dan biaya sewa homestay. Pengelolaan ini dilakukan secara adil melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam), menunjukkan kemandirian lokal dalam mengelola sumber daya pariwisata.
Pendapatan yang diperoleh dari aktivitas pariwisata tersebut dialokasikan secara transparan dan proporsional. Rincian alokasinya adalah 10 persen untuk gereja, 40 persen untuk lansia, 20 persen untuk pendidikan anak-anak, 20 persen untuk merenovasi fasilitas wisata, dan 5 persen untuk operasional. "Pengembangan wisata, awalnya bersifat swadaya. Masyarakat kampung kelola sendiri, karena mereka komitmen jaga alam dan budaya," ucap Dominggus.
Legalitas dan Prioritas Pembangunan Infrastruktur
Bupati Manokwari, Hermus Indou, menjelaskan bahwa penetapan Kampung Kwau sebagai kampung wisata pertama di Manokwari telah diakomodasi secara hukum. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Bupati Manokwari Nomor 500.13.6/280/VIII/2025, memberikan landasan kuat bagi seluruh program pengembangan.
Legalitas hukum ini sangat penting untuk memastikan bahwa semua program pembangunan, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga pemberdayaan masyarakat, dapat berjalan terarah dan berkelanjutan. Hal ini juga menjamin adanya kepastian hukum bagi investasi dan pengembangan di masa depan.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, pemerintah kabupaten telah menetapkan perbaikan kualitas jalan masuk menuju Kampung Kwau sebagai program prioritas. "Tahun 2025 dan 2026, pemerintah kabupaten memperbaiki kualitas jalan masuk Kampung Kwau. Ini masuk program prioritas," ujar Hermus Indou, menunjukkan keseriusan dalam meningkatkan aksesibilitas destinasi wisata ini.
Sumber: AntaraNews