Seskab Teddy Ajak Warga dan Pelaku Usaha Dukung WFH Demi Hemat Energi
Seskab Teddy ajak masyarakat dukung WFH tiap Jumat dan efisiensi energi. Pemerintah terapkan 8 kebijakan baru untuk hemat anggaran dan BBM.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengajak masyarakat dan pelaku usaha mendukung kebijakan pemerintah terkait perubahan pola kerja dan efisiensi energi nasional.
Ajakan tersebut disampaikan seiring penerapan kebijakan baru, termasuk skema bekerja dari rumah atau work from home (WFH) setiap hari Jumat serta penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
"Pemerintah mengajak seluruh masyarakat dan dunia usaha mari terus berpartisipasi dalam mendukung langkah-langkah transformasi budaya kerja ini," kata Teddy dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (1/4/2026).
Ia juga meminta masyarakat tetap tenang dan menjaga produktivitas di tengah perubahan kebijakan yang bersifat dinamis.
"Mari tetap tenang mari tetap produktif. Dan apa yang disampaikan dinamis. Nanti apabila ada perubahan nanti akan disampaikan oleh pemerintah secara cepat," jelas Teddy.
8 Kebijakan Transformasi Diterapkan
Pemerintah sebelumnya mengumumkan delapan langkah strategis dalam transformasi budaya kerja dan gerakan hemat energi yang mulai berlaku 1 April 2026.
Salah satu kebijakan utama adalah penerapan WFH satu hari dalam sepekan bagi aparatur sipil negara (ASN), baik di tingkat pusat maupun daerah. Selain itu, penggunaan kendaraan dinas dibatasi maksimal 50 persen, disertai dorongan penggunaan transportasi umum dan kendaraan listrik.
Pemerintah juga memangkas perjalanan dinas hingga 50 persen untuk perjalanan domestik dan 70 persen untuk luar negeri. Di sisi lain, pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor (car free day) diperluas oleh pemerintah daerah.
Untuk sektor swasta, kebijakan WFH dan efisiensi energi didorong melalui imbauan Kementerian Ketenagakerjaan.
Sektor Esensial Tetap Beroperasi Normal
Sejumlah sektor dipastikan tetap berjalan seperti biasa dan tidak terdampak kebijakan WFH. Layanan publik seperti kesehatan, keamanan, kebersihan, serta administrasi kependudukan tetap beroperasi penuh.
Begitu pula sektor strategis swasta, termasuk industri, energi, logistik, dan keuangan. Di bidang pendidikan, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung tatap muka lima hari dalam sepekan.
Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi melalui langkah sederhana, seperti menghemat listrik dan menggunakan transportasi publik.
Kebijakan ini akan dievaluasi setiap dua bulan. Dari sisi anggaran, penerapan WFH bagi ASN diperkirakan dapat menghemat hingga Rp6,2 triliun.
Selain itu, pemerintah menargetkan efisiensi anggaran kementerian dan lembaga mencapai Rp121,2 triliun hingga Rp130,2 triliun melalui program refocusing.
Di sektor energi, program biodiesel B50 dijadwalkan mulai 1 Juli 2026 guna mengurangi konsumsi bahan bakar fosil. Masyarakat juga diimbau menggunakan BBM subsidi secara bijak melalui sistem barcode MyPertamina.
Sementara itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan dengan distribusi lima hari dalam sepekan, dengan prioritas khusus bagi wilayah 3T dan daerah dengan angka stunting tinggi.