Sebelum Dimutasi Kemenkes, Ketua IDAI Mengaku Pernah Diperingatkan soal Kolegium Kesehatan
Menurut Piprim, peringatan itu disampaikan seorang direktur jenderal kementerian lewat guru besar yang merupakan seniornya.
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso mengungkapkan, dirinya sempat mendapatkan peringatan sebelum dimutasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dari RSCM ke RS Fatmawati.
Menurut Piprim, peringatan itu disampaikan seorang direktur jenderal kementerian lewat guru besar yang merupakan seniornya.
Peringatan itu disampaikan sebelum Ramadan atau Februari 2025. Sementara Piprim resmi dimutasi ke RS Fatmawati pada akhir April 2025.
"Saya sendiri sebelum puasa dipanggil salah satu guru besar, senior saya. 'Prim, sini Prim, gawat ini Prim. Saya ketemu dengan salah satu dirjen dia bilang begini. Kamu kalau tidak koperatif bantu kolegium Kemenkes, kamu dimutasi'," cerita Piprim saat rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Komisi IX DPR, Rabu (14/5).
Saat itu, Piprim mengaku heran masalah kolegium kesehatan bisa berujung ancaman mutasi. Kepada seniornya, Piprim juga menyatakan hanya melaksanakan amanah organisasi bahwa IDAI tetap memiliki kolegium.
"Saya bilang sama senior saya tadi, ya prof kalau saya melaksanakan kongres lalu dibilang tidak kooperatif, ya bagaiamana lagi," ucap Piprim.
Tak lama setelah peringatan itu, Piprim mendapatkan informasi mutasi. Mengingat ancaman itu, Piprim meyakini mutasi yang dilakukan Kemenkes ke RS Fatmawati erat kaitannya dengan masalah kolegium.
Meskipun, Kemenkes sudah menegaskan mutasi tersebut hanya penyegaran organisasi, bukan buntut masalah kolegium kesehatan.
"Jadi ketika saya bilang bahwa mutasi ini tendesius, itu bukan mengada-ada karena saya dapat info dari senior saya," kata Piprim.
Dokter Anak Sebut Kemenkes Abuse of Power
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meminta Komisi IX DPR RI menegur Kemenkes buntut mutasi sepihak sejumlah dokter anak.
"Perlu ada kajian atau perlu teguran dari anggota dewan terhadap pihak-pihak terkait di Kemenkes," ujar Ketua IDAI Perwakilan Wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan), Irman Permana.
Konsultan Hematologi-Onkologi di RSCM, Hikari Ambara Sjakti mengatakan, mutasi sepihak yang dilakukan Kemenkes sebagai bentuk abuse of power.
Dia menyebut, mutasi itu merupakan sanksi atau hukuman Kemenkes terhadap dokter yang berbeda pendapat soal kolegium kesehatan.
"Ini menambah keyakinan kami bahwa mutasi yang dilakukan sangat sepihak, yang sangat tendensius seperti buat sanksi atau hukuman dari atau bentuk abuse of power tadi dari Kementerian Kesehatan," ucapnya.
Hikari Ambara Sjakti merupakan salah satu dokter yang dimutasi Kemenkes. Dia dimutasi dari RSCM ke RSAB Harapan Kita.