Kemenkes Sentil Ketua IDAI soal Mutasi: Jangan Kencingi Sumur Sendiri
Kemenkes meminta Piprim tidak menjelek-jelekkan kementerian yang menjadi sumber penghasilannya.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso tak mempersoalkan mutasi dari RSCM ke RS Fatmawati.
Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Dukungan Strategis Organisasi Kemenkes, Rendi Witular mengatakan, Piprim tak sendirian saat dimutasi. Masih ada belasan dokter lain yang ikut dimutasi. Namun, mereka tidak memprotes.
“Sejak awal tahun sudah belasan (dokter) yang dirotasi, nggak ada yang ribut. Cuma dia (Piprim Basarah Yanuarso) yang ribut,” kata Rendi kepada merdeka.com, Rabu (7/5).
Rendi mengakui Kemenkes belum memanggil Piprim untuk menyampaikan keputusan mutasi. Dia menyebut, proses mutasi Piprim masih berjalan sehingga pemanggilan belum dilakukan.
“Ya belum (panggil), itu lewat proses saja. Nggak mungkin kita langgar hukum. Kita sudah mutasi banyak, cuma ini yang ribut. Masalah prosedural itu kan yah, kan masih berlangsung,” jelas dia.
Rendi kemudian mengingatkan Piprim soal statusnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Dia mengatakan, ASN seharusnya bersedia ditempatkan di mana saja.
Dia juga meminta Piprim tidak menjelek-jelekkan Kemenkes yang menjadi sumber penghasilannya.
“Jangan mengencengi sumur sendiri. Dia kan teknisnya Kemenkes, tempat dia cari rezeki, karir, tapi dia kencingi. Kecuali dia swasta nggk masalah,” ucap Rendi.
Bantah Mutasi Gara-Gara Kolegium
Rendi membantah tudingan Piprim bahwa mutasi yang dilakukan baru-baru ini buntut masalah kolegium. Dia menegaskan, Kemenkes tidak pernah mengambil alih kolegium. Sebab, berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, kolegium merupakan bagian dari pemerintah.
“Jadi bukan kita ngambil, secara undang-undang kolegium dilembagakan sebagai bagian dari pemerintah,” kata Rendi.
Menurut Rendi, Piprim tak pernah memprotes masalah kolegium pada Oktober 2024. Padahal, saat itu, Ketua Kolegium Ilmu Kesehatan Anak dipilih.
Safira Fatima Alatas yang merupakan anggota IDAI terpilih menjadi Ketua Kolegium tersebut. Sehingga Rendi heran Piprim baru membahas masalah kolegium setelah dimutasi dari RSCM ke RS Fatmawati.
“Dia nggak terima (dimutasi), dipakai lah organisasi untuk protes. Seolah-olah dia kritis terhadap kolegium,” ucapnya.
Rendi mengungkapkan alasan Kemenkes melakukan mutasi terhadap Piprim. Dia menyebut, Piprim dibutuhkan RS Fatmawati untuk mengembangkan layanan kardiologi anak.
“Kita mau kembangkan di sana supaya tidak semua berpusat di RSCM. Di (RS) Fatmawati juga strategis, banyak pemukiman,” kata dia.
Rendi membantah anggapan bahwa Kemenkes menzalimi Piprim. Dia menegaskan, jika Kemenkes ingin menzalimi, Piprim dimutasi ke rumah sakit yang jauh dari Jakarta dengan jumlah pasien sedikit.
“Kalau kita dituduh dizalimi, dipindahkan ke tempat kering dan jauh dari keluarga. Kan nggk?” ujarnya.