Polda NTB Siapkan 35 Posko Pengamanan Idul Fitri 1447 H, Jamin Kelancaran Mudik dan Lebaran
Polda NTB mengerahkan 35 posko dalam Operasi Ketupat Rinjani 2026 untuk memastikan kelancaran dan keamanan selama libur Pengamanan Idul Fitri 1447 H di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat.
Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) telah mengambil langkah antisipatif dengan menyebar 35 posko pengamanan. Upaya ini dilakukan guna menjamin kelancaran dan keamanan masyarakat selama libur Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan pengamanan ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat Rinjani Tahun 2026.
Kapolda NTB Inspektur Jenderal Polisi Edy Murbowo menjelaskan bahwa total posko tersebut terdiri dari 18 pos pengamanan, 10 pos pelayanan, dan 7 pos terpadu. Seluruh posko ini memiliki tugas dan fungsi yang berbeda sesuai dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan pengamanan. Penempatan posko tersebar di berbagai titik strategis di seluruh wilayah NTB.
Operasi Ketupat Rinjani Tahun 2026 ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang merayakan Idul Fitri, baik saat melakukan perjalanan mudik maupun selama berada di tempat tinggal. Kesiapsiagaan penuh dari aparat kepolisian menjadi prioritas utama. Hal ini untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ragam Posko dan Peran Strategis Pengamanan Idul Fitri NTB
Kapolda NTB Irjen Pol Edy Murbowo menegaskan bahwa setiap jenis posko memiliki peran spesifik dalam mendukung Pengamanan Idul Fitri NTB. Pos terpadu, misalnya, akan diisi oleh personel gabungan dari berbagai instansi terkait. Ini mencakup Pelabuhan Lembar, Kayangan, dan terminal-terminal utama. Keterlibatan semua unsur memastikan koordinasi yang efektif di titik-titik krusial.
Berbeda dengan pos terpadu, pos pengamanan lebih banyak menempatkan personel kepolisian dan Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa (Pamswakarsa). Pos ini memiliki jumlah titik yang lebih dominan dan bertugas berdasarkan regional pengamanan. Fokus utamanya adalah menjaga keamanan di area-area pemukiman.
Salah satu fungsi penting pos pengamanan adalah menjaga rumah-rumah yang ditinggalkan kosong oleh pemudik. "Seperti nanti kalau di pemukiman pada saat satkamling, supaya rumah-rumah yang ditinggalkan kosong itu tetap ada yang jaga," ujar Kapolda NTB. Ini menunjukkan komitmen Polda NTB dalam mencegah tindak kriminalitas.
Sinergi Aparat dalam Menjaga Keamanan Idul Fitri
Terkait isu siaga satu, Kapolda NTB Irjen Pol Edy Murbowo menganggap bahwa Operasi Ketupat Rinjani 2026 juga merupakan bagian dari kesiapsiagaan penuh kepolisian. Kesiapsiagaan ini adalah respons terhadap kebutuhan pengamanan lebaran. Polisi selalu siap siaga untuk melindungi warga masyarakat.
Kapolda juga menanggapi informasi mengenai siaga satu yang dilakukan oleh TNI. Ia menyatakan penghormatannya terhadap kebijakan tersebut. "Soal itu (siaga satu) 'kan kebijakan di TNI, kita harus menghormati, dan kita senang itu, berarti kita banyak temannya untuk mengamankan lebaran," kata Kapolda NTB. Hal ini menunjukkan sinergi kuat antara TNI dan Polri.
Kolaborasi antara kepolisian dan TNI sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif selama perayaan Idul Fitri. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, upaya Pengamanan Idul Fitri NTB diharapkan berjalan optimal. Ini akan memberikan ketenangan bagi seluruh masyarakat yang merayakan.
Sumber: AntaraNews