Polres Lombok Tengah Siagakan Ratusan Personel untuk Pengamanan Lebaran, Pastikan Idul Fitri Aman dan Kondusif

Ratusan personel gabungan disiagakan Polres Lombok Tengah untuk Pengamanan Lebaran 2026. Ketahui strategi mereka dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat saat Idul Fitri.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polres Lombok Tengah Siagakan Ratusan Personel untuk Pengamanan Lebaran, Pastikan Idul Fitri Aman dan Kondusif
Ratusan personel gabungan disiagakan Polres Lombok Tengah untuk Pengamanan Lebaran 2026. Ketahui strategi mereka dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat saat Idul Fitri. (AntaraNews)

Lombok Tengah, NTB – Ratusan personel gabungan dari Polres Lombok Tengah telah disiagakan untuk memastikan Pengamanan Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah berjalan lancar dan kondusif. Penempatan personel ini dilakukan menjelang malam takbiran, menandai dimulainya operasi pengamanan menyeluruh di seluruh wilayah Lombok Tengah. Langkah ini diambil untuk menjamin kenyamanan dan keamanan masyarakat dalam merayakan hari raya.

Kasi Humas Polres Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnadi, menegaskan, "Personel gabungan TNI-Polri siap mengamankan perayaan malam takbiran di Lombok Tengah." Sebanyak 665 personel dilibatkan dalam periode libur arus mudik dan balik lebaran 2026. Pengamanan ini mencakup 154 desa di 12 kecamatan, dengan dukungan dari TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta partisipasi aktif masyarakat.

Periode Pengamanan Lebaran ini akan berlangsung mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026, dengan fokus utama menjaga ketertiban umum dan mencegah potensi gangguan keamanan. Keterlibatan Badan Keamanan Desa (BKD) di setiap wilayah sangat diharapkan untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman. Polres Lombok Tengah berkomitmen penuh untuk memberikan rasa aman bagi seluruh warga.

Strategi Pengamanan Lebaran dengan Ratusan Personel Gabungan

Polres Lombok Tengah mengerahkan kekuatan penuh untuk Pengamanan Lebaran 2026, melibatkan 665 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan. Kasi Humas Polres Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnadi, menyatakan, "Personel dilibatkan 665 orang." Penempatan personel ini tersebar di seluruh wilayah, mencakup 154 desa di 12 kecamatan, untuk memastikan cakupan pengamanan yang merata. Kolaborasi antarinstansi ini menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat selama periode penting ini.

Selain personel dari instansi pemerintah, partisipasi aktif masyarakat juga menjadi elemen krusial dalam upaya Pengamanan Lebaran. Keterlibatan Badan Keamanan Desa (BKD) di masing-masing wilayah sangat diharapkan untuk membantu menciptakan lingkungan yang kondusif. Iptu Lalu Brata Kusnadi menambahkan, "Kami harapkan masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan kenyamanan di Lombok Tengah." Sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat lokal bertujuan agar perayaan Idul Fitri dapat berjalan dengan nyaman dan tanpa insiden yang tidak diinginkan.

Kasi Humas Polres Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnadi, menegaskan bahwa kesiapan personel gabungan ini merupakan bagian dari komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Fokus utama adalah memastikan bahwa setiap aspek perayaan, mulai dari malam takbiran hingga arus balik, terjamin keamanannya. Upaya ini merupakan wujud nyata dari kehadiran negara di tengah masyarakat.

Posko Strategis dan Imbauan Kamtibmas untuk Kenyamanan Berlebaran

Dalam rangka mendukung Pengamanan Lebaran, Polres Lombok Tengah telah mendirikan lima posko strategis yang berfungsi sebagai pusat pengamanan dan pelayanan. Kapolres Lombok Tengah, AKBP Eko Yusmiarto, menjelaskan, "Selain menyiagakan personel, Polres Lombok Tengah juga mendirikan lima pos pengamanan, yang terdiri dari empat Pos Pengamanan (Pos Pam) dan satu Pos Terpadu." Posko-posko ini ditempatkan di lokasi vital.

AKBP Eko Yusmiarto merinci, "Pos Pengamanan didirikan di Puyung, Bundaran LIA Bandara (Bunlar Bizam), kawasan Mandalika, dan Sepakek. Sementara itu, Pos Terpadu ditempatkan di kawasan Bandara Internasional Lombok (Bizam) untuk mengantisipasi meningkatnya aktivitas penumpang selama periode libur Lebaran." Penempatan posko-posko ini dipilih berdasarkan aktivitas masyarakat dan jalur mobilitas tinggi. Posko tidak hanya berfungsi sebagai titik pengamanan, tetapi juga sebagai pusat pelayanan bagi pemudik yang membutuhkan bantuan atau tempat beristirahat.

Masyarakat diimbau untuk menyambut malam takbiran dengan kegiatan positif seperti takbir dan doa di masjid masing-masing, serta menghindari tindakan yang dapat mengganggu kamtibmas. Iptu Lalu Brata Kusnadi menegaskan, "Dilarang melakukan balap liar, konvoi dan menggunakan knalpot brong." Larangan tegas juga meliputi konsumsi minuman keras dan narkoba. Beliau juga mengingatkan, "Warga kami ingatkan untuk tidak menyalakan petasan atau mencon yang dapat membahayakan dan mengganggu kenyamanan masyarakat selama libur lebaran ini." Pengawasan orang tua terhadap anak-anak agar tidak bermain petasan juga sangat ditekankan untuk mencegah bahaya dan gangguan kenyamanan.

Melalui Operasi Ketupat Rinjani 2026, Polres Lombok Tengah berharap masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan lancar. AKBP Eko Yusmiarto menyatakan, “Kami telah menyiagakan personel gabungan TNI-Polri serta instansi terkait di sejumlah titik strategis guna memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Melalui Operasi Ketupat Rinjani 2026 ini, kami berharap masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan lancar.” Keberadaan personel gabungan ini adalah jaminan untuk situasi kamtibmas yang kondusif dan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Lombok Tengah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi