Angkutan Kargo Lebaran Aceh di Bandara SIM Menurun Akibat Bencana dan Pergeseran Belanja Digital
Angkutan Kargo Lebaran Aceh di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) mengalami penurunan signifikan hingga delapan persen pada periode Idul Fitri 1447 Hijriah, dipengaruhi oleh bencana alam dan tren belanja digital masyarakat sebelum Lebaran.
Banda Aceh - Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, mencatat adanya penurunan angkutan kargo selama periode Lebaran/Idul Fitri 1447 Hijriah. Penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk dampak bencana alam yang terjadi di wilayah tersebut. General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara SIM, Setiyo Pramono, menyampaikan informasi ini dalam jumpa pers Angkutan Mudik Lebaran 2026 di Banda Aceh, Senin (30/3).
Setiyo Pramono menjelaskan bahwa data rekapan menunjukkan volume angkutan kargo atau barang melalui Bandara SIM hanya mencapai 254,2 ribu ton selama periode Idul Fitri 1447 Hijriah. Angka ini mengalami penurunan sekitar delapan persen jika dibandingkan dengan Lebaran tahun sebelumnya yang mencapai 276,5 ribu ton. Penurunan ini terhitung sejak H-8 hingga H+8 Lebaran, menandakan adanya perubahan signifikan dalam aktivitas pengiriman barang melalui jalur udara di Aceh.
Selain bencana alam, faktor lain yang turut berkontribusi terhadap penurunan angkutan kargo adalah pergeseran pola belanja masyarakat. Aktivitas jual beli melalui platform elektronik atau e-commerce cenderung meningkat pesat sebelum Lebaran, sehingga puncak transaksi kargo terjadi lebih awal. Komoditas kargo di Bandara SIM didominasi oleh pengiriman e-commerce, yang lonjakannya terjadi jauh sebelum periode Lebaran tiba.
Penurunan Angkutan Kargo Dipicu Bencana dan E-commerce
Penurunan angkutan kargo di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda selama periode Lebaran 2026 menjadi perhatian utama. General Manager Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara SIM, Setiyo Pramono, mengindikasikan bahwa bencana alam yang melanda beberapa wilayah di Aceh menjadi salah satu pemicu utama. Kondisi ini dapat menghambat distribusi barang dan memengaruhi daya beli masyarakat, sehingga mengurangi volume pengiriman kargo.
Selain itu, tren belanja daring juga memainkan peran penting dalam fenomena ini. Masyarakat kini semakin banyak melakukan transaksi melalui e-commerce, dan pengiriman barang-barang tersebut sering kali dilakukan jauh sebelum puncak musim Lebaran. Akibatnya, lonjakan kargo yang biasanya terjadi mendekati hari raya kini bergeser ke periode sebelum Lebaran, menyebabkan penurunan pada data saat Lebaran itu sendiri.
Berdasarkan data yang dihimpun, total angkutan kargo yang tercatat selama Idul Fitri 1447 Hijriah adalah 254,2 ribu ton. Angka ini lebih rendah 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 276,5 ribu ton. Perhitungan ini mencakup periode H-8 hingga H+8 Lebaran, menunjukkan dampak kumulatif dari faktor-faktor tersebut terhadap sektor logistik udara di Aceh.
Kontras dengan Lonjakan Penumpang dan Penerbangan
Meskipun angkutan kargo mengalami penurunan, Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda justru mencatat peningkatan signifikan pada jumlah penumpang dan penerbangan. Setiyo Pramono mengungkapkan bahwa jumlah penumpang mencapai 43.056 orang pada periode Lebaran 2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar tujuh persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 40.372 orang.
Kenaikan jumlah penumpang ini sejalan dengan peningkatan frekuensi penerbangan yang dilayani oleh Bandara SIM. Pada tahun 2026, tercatat sebanyak 356 penerbangan, naik tujuh persen dari 334 penerbangan pada tahun sebelumnya. Data ini mengindikasikan bahwa meskipun aktivitas pengiriman barang via kargo menurun, minat masyarakat untuk melakukan perjalanan udara selama Lebaran tetap tinggi.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa Bandara SIM tetap menjadi gerbang utama bagi mobilitas masyarakat Aceh, terutama saat momen penting seperti Lebaran. Kenaikan pada sektor penumpang dan penerbangan ini menjadi indikator positif bagi pertumbuhan pariwisata dan konektivitas daerah, meskipun sektor kargo menghadapi tantangan tersendiri.
Kondisi Operasional Bandara SIM Selama Lebaran
Setiyo Pramono juga menegaskan bahwa operasional Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda berjalan lancar dan tanpa kendala berarti selama periode Lebaran 2026. Hingga H-8 Lebaran, tidak ditemukan insiden signifikan yang mengganggu aktivitas penerbangan. Hal ini menunjukkan kesiapan dan efektivitas manajemen bandara dalam menghadapi lonjakan aktivitas selama musim liburan.
Satu-satunya masalah kecil yang sempat terjadi adalah gangguan cuaca yang sedikit memengaruhi satu penerbangan. Namun, masalah tersebut dapat segera diatasi dan kondisi operasional kembali normal pada hari yang sama. Kesiapan Bandara SIM dalam menangani situasi tak terduga ini menjamin kelancaran perjalanan bagi ribuan penumpang.
Angkasa Pura Indonesia terus berupaya memastikan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa bandara. Koordinasi yang baik dengan berbagai pihak terkait, termasuk maskapai dan otoritas penerbangan, menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga kelancaran operasional selama periode sibuk seperti Lebaran.
Sumber: AntaraNews