Arus Mudik Tanjungkalian H-8 Lebaran: Penumpang Pejalan Kaki Turun, Truk Logistik Meningkat

ASDP Pelabuhan Tanjungkalian mencatat penurunan penumpang pejalan kaki dan kendaraan pribadi pada H-8 Lebaran, namun arus mudik Tanjungkalian tetap lancar dengan peningkatan truk logistik.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Arus Mudik Tanjungkalian H-8 Lebaran: Penumpang Pejalan Kaki Turun, Truk Logistik Meningkat
ASDP Pelabuhan Tanjungkalian mencatat penurunan penumpang pejalan kaki dan kendaraan pribadi pada H-8 Lebaran, namun arus mudik Tanjungkalian tetap lancar dengan peningkatan truk logistik. (AntaraNews)

Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Pelabuhan Feri Tanjungkalian, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat telah melayani 927 penumpang pejalan kaki pada H-8 Lebaran, Jumat (13/3). Para penumpang ini menyeberang menuju Pulau Sumatra, tepatnya di Pelabuhan Tanjungapiapi, Sumatera Selatan. Layanan penyeberangan ini merupakan bagian dari persiapan arus mudik Lebaran yang mulai menunjukkan peningkatan aktivitas.

General Manager ASDP Cabang Bangka, Agustinus Cahyo, menjelaskan bahwa jumlah tersebut dilayani oleh 13 kapal feri dalam 13 trip keberangkatan. Meskipun demikian, angka penumpang pejalan kaki ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2025, yang mencapai 1.741 orang. Penurunan serupa juga terjadi pada kategori penumpang dalam kendaraan.

Penurunan jumlah penumpang dan kendaraan pribadi ini menjadi sorotan di tengah persiapan mudik Lebaran tahun ini. Namun, operasional penyeberangan dipastikan berjalan lancar berkat kondisi cuaca yang kondusif. Data terbaru pada H-7 Lebaran menunjukkan peningkatan arus mudik, meskipun masih dalam kondisi aman dan terkendali.

Data dari ASDP Pelabuhan Tanjungkalian menunjukkan tren penurunan jumlah penumpang pada H-8 Lebaran tahun ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Selain penumpang pejalan kaki yang turun dari 1.741 menjadi 927 orang, jumlah penumpang yang berada di dalam kendaraan juga mengalami penurunan. Pada tahun 2025, tercatat 2.761 orang, sementara tahun ini menjadi 2.295 orang.

Penurunan serupa juga terlihat pada jenis kendaraan yang menyeberang. Jumlah sepeda motor yang tercatat menyeberang adalah 168 unit, turun dari 175 unit pada tahun 2025. Kendaraan kecil atau kendaraan pribadi juga mengalami penurunan, dari 340 unit pada tahun 2025 menjadi 305 unit tahun ini.

Bahkan, jumlah bus yang menyeberang juga menunjukkan penurunan yang cukup drastis. Tahun lalu tercatat ada 26 unit bus, namun pada tahun 2026 ini hanya 17 unit yang menyeberang. Fenomena penurunan ini mengindikasikan adanya perubahan pola atau preferensi pemudik pada awal periode arus mudik Lebaran.

Berbeda dengan kategori penumpang dan kendaraan pribadi, jumlah truk yang menyeberang melalui Pelabuhan Tanjungkalian justru mengalami peningkatan signifikan. Pada tahun 2025, tercatat 126 unit truk, sedangkan tahun ini angka tersebut naik menjadi 138 unit. Peningkatan ini menunjukkan aktivitas distribusi logistik yang semakin intensif menjelang hari raya.

Agustinus Cahyo menjelaskan bahwa peningkatan jumlah kendaraan truk ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh adanya peningkatan aktivitas distribusi logistik. Hal ini terutama berkaitan dengan kebutuhan bahan pokok dan barang penting lainnya yang harus didistribusikan ke berbagai wilayah menjelang Lebaran. Ketersediaan pasokan menjadi prioritas utama.

Arus barang yang lancar melalui jalur penyeberangan ini sangat vital untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan komoditas di pasar. Dengan demikian, peningkatan jumlah truk ini dapat diartikan sebagai indikasi kesiapan pasokan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran.

Meskipun terjadi fluktuasi pada jumlah penumpang dan kendaraan, operasional penyeberangan di Pelabuhan Tanjungkalian dipastikan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Kondisi cuaca yang cukup cerah dan kondusif sangat mendukung kelancaran pelayaran penyeberangan antara Pulau Bangka dan Sumatra. Hal ini memberikan rasa aman bagi para pengguna jasa.

Pada pantauan hari Sabtu (14/3) atau H-7 Lebaran, aktivitas arus mudik mulai meningkat di Pelabuhan Tanjungkalian. Sejumlah kendaraan pribadi terlihat mengantre di area terminal penyangga pelabuhan, sementara penumpang pejalan kaki memadati ruang tunggu. Peningkatan ini menunjukkan puncak arus mudik mulai mendekat.

Meski terjadi antrean kendaraan, kondisi lalu lintas menuju pelabuhan masih terpantau lancar dan belum sampai menyebabkan kemacetan panjang di jalan utama sekitar kawasan pelabuhan. Agustinus Cahyo menegaskan bahwa situasi arus mudik pada H-7 masih relatif aman, tertib, dan terkendali, meskipun antrean kendaraan cukup panjang di jalan raya menuju pelabuhan. Koordinasi yang baik antara pihak terkait memastikan kelancaran arus.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi