Penurunan Pengungsi Pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar Terus Berlanjut Jelang Idul Fitri
Jumlah pengungsi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengalami penurunan signifikan berkat strategi huntara dan DTH. Simak detail percepatan pemulihan ini.
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera melaporkan penurunan signifikan jumlah pengungsi. Penurunan ini terjadi di tiga provinsi terdampak bencana, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Data terbaru menunjukkan efektivitas upaya pemerintah dalam penanganan pascabencana.
Juru Bicara Satgas PRR, Amran, menyatakan bahwa per 9 Maret, pengungsi di Aceh berkurang 404 Kepala Keluarga (KK). Sumatera Utara juga mencatat penurunan 24 KK dari total sebelumnya. Sementara itu, Sumatera Barat kini telah bebas dari pengungsi yang tinggal di tenda darurat.
Pemerintah optimistis tren penurunan ini akan berlanjut hingga Hari Raya Idul Fitri 2026. Strategi pemindahan ke hunian sementara (huntara) dan penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) dinilai sangat efektif. Langkah ini mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana di wilayah tersebut.
Progres Signifikan Penanganan Pengungsi di Tiga Provinsi
Satgas PRR Pascabencana Sumatera mencatat penurunan drastis jumlah pengungsi di tenda-tenda darurat. Di Aceh, jumlah pengungsi kini menjadi 1.695 KK dari sebelumnya 2.099 KK. Ini menunjukkan respons cepat dalam relokasi dan penanganan warga terdampak.
Sumatera Utara juga menunjukkan kemajuan positif dengan penurunan pengungsi dari 201 KK menjadi 177 KK. Keberhasilan ini tidak lepas dari koordinasi yang baik antarlembaga terkait. Sementara itu, Sumatera Barat berhasil mengosongkan semua tenda pengungsian.
Amran, Juru Bicara Satgas PRR, menegaskan optimisme pemerintah. Ia memprediksi jumlah pengungsi di tenda akan terus berkurang. Targetnya adalah tidak ada lagi pengungsi yang bermukim di tenda menjelang Idul Fitri mendatang.
Percepatan Pembangunan Hunian Sementara dan Bantuan DTH
Penurunan jumlah pengungsi sejalan dengan percepatan pembangunan hunian sementara (huntara). Dari total rencana 18.697 unit huntara di tiga provinsi, 13.431 unit telah selesai. Angka ini mencapai sekitar 71 persen dari target keseluruhan pembangunan.
Progres pembangunan huntara menunjukkan hasil yang bervariasi namun menjanjikan di setiap provinsi. Sumatera Barat telah menyelesaikan 100 persen target pembangunan huntara mereka. Sumatera Utara mencapai sekitar 92 persen, sedangkan Aceh berada di angka 68 persen.
Selain huntara, pemerintah juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi penyintas. Bantuan ini ditujukan bagi mereka yang memilih tidak tinggal di hunian sementara. Seluruh rekening penerima DTH telah menerima transfer dana, mencapai 100 persen penyaluran.
Sebanyak 12.771 penerima di tiga provinsi terdampak telah menerima DTH. Satgas PRR menekankan bahwa pembangunan huntara dan penyaluran DTH adalah faktor kunci. Kedua inisiatif ini mempercepat pengurangan pengungsi dan pemulihan masyarakat.
Sumber: AntaraNews