Jakarta, Merdeka.com – Jumlah pengungsi di Aceh dan Sumatera Utara menunjukkan penurunan signifikan sejak awal Ramadan. Penurunan ini terjadi seiring dengan percepatan upaya pemerintah dalam membangun hunian sementara dan mendistribusikan bantuan perumahan kepada warga terdampak bencana. Langkah-langkah ini merupakan bagian integral dari fase rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang sedang digencarkan.
Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRR) di Sumatra melaporkan bahwa total jumlah pengungsi yang tercatat di awal Ramadan adalah 12.994 jiwa. Angka tersebut meliputi 12.144 jiwa di Aceh dan 850 jiwa di Sumatera Utara, sementara Sumatera Barat tidak mencatat adanya pengungsi yang tinggal di tenda.
Seiring intensifikasi respons penanganan bencana, data terbaru pada Kamis pagi, 5 Maret, menunjukkan bahwa jumlah pengungsi yang tersisa adalah 6.873 jiwa. Rinciannya, 6.187 jiwa berada di Aceh dan 686 jiwa di Sumatera Utara, menandakan penurunan sebesar 6.121 jiwa atau sekitar 47,1 persen dalam waktu kurang dari dua minggu dibandingkan awal Ramadan.
Advertisement
Advertisement
Penurunan jumlah pengungsi ini bertepatan dengan percepatan pembangunan hunian sementara di tiga provinsi terdampak. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaporkan bahwa hingga 4 Maret, sebanyak 12.279 unit hunian sementara telah rampung dibangun. Jumlah ini mencapai sekitar 67 persen dari target yang direncanakan sebanyak 18.309 unit.
Selain hunian sementara, pembangunan rumah permanen juga terus berjalan di wilayah terdampak. Saat ini, 1.363 unit rumah permanen sedang dalam tahap konstruksi, dari total rencana 36.669 unit. Enam unit rumah permanen dilaporkan telah selesai dibangun dan siap untuk dihuni oleh masyarakat.
Pemerintah berkomitmen penuh untuk memastikan ketersediaan hunian yang layak bagi seluruh korban bencana. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana dan mengembalikan stabilitas sosial ekonomi di daerah terdampak.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah juga telah menuntaskan distribusi Dana Tunggu Hunian (DTH) sebagai subsidi bagi keluarga pengungsi yang menunggu rumah permanen. Seluruh 10.783 penerima di tiga provinsi terdampak telah menerima dana tersebut melalui transfer langsung ke rekening bank mereka. Program ini bertujuan untuk meringankan beban finansial pengungsi selama masa transisi.
Kementerian Sosial (Kemensos) turut berperan aktif dalam penyaluran bantuan hidup bagi masyarakat terdampak. Sebanyak 175.211 jiwa atau setara dengan 47.686 kepala keluarga di 37 kabupaten dan kota telah menerima bantuan ini. Total anggaran yang dialokasikan untuk program bantuan hidup ini mencapai Rp 236,53 miliar, menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.
Bantuan-bantuan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para pengungsi. Dukungan finansial dan logistik ini menjadi krusial dalam membantu mereka membangun kembali kehidupan setelah menghadapi bencana.
Advertisement
Advertisement
Ketua Satgas PRR, Tito Karnavian, menegaskan bahwa percepatan relokasi pengungsi tetap menjadi prioritas utama selama fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Ia berharap proses ini dapat diselesaikan sesegera mungkin sebelum perayaan Idulfitri. Targetnya, semua pengungsi sudah dapat meninggalkan tenda dan menempati hunian sementara atau menerima Dana Tunggu Hunian.
Pernyataan ini menunjukkan urgensi pemerintah untuk menyelesaikan masalah pengungsian sebelum momen penting keagamaan. Hal ini juga mencerminkan upaya untuk mengembalikan kondisi normal bagi masyarakat terdampak secepat mungkin. Konsolidasi dan koordinasi antar lembaga terus dilakukan untuk mencapai target ini.
Pemerintah terus memantau perkembangan di lapangan dan siap mengambil langkah-langkah adaptif. Tujuannya adalah untuk memastikan efektivitas program relokasi dan rehabilitasi. Dengan demikian, diharapkan seluruh pengungsi dapat merayakan Idulfitri di tempat yang lebih layak dan aman.
Advertisement
Sumber: AntaraNews