Pemkot Makassar Percepat Digitalisasi Bansos, Pastikan Akurasi Data dan Tepat Sasaran
Pemerintah Kota Makassar berupaya mempercepat digitalisasi bansos untuk memastikan data penerima akurat dan penyaluran bantuan tepat sasaran, usai koordinasi dengan Menteri Sosial.
Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, tengah menyiapkan sistem digitalisasi dalam pendataan dan penyaluran paket bantuan sosial (bansos). Langkah ini diambil setelah rapat koordinasi penting dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi serta akurasi penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Jufri, yang mendampingi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dalam rapat tersebut, menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Sinergi ini krusial untuk memastikan setiap program bantuan berjalan sesuai dengan aturan dan mencapai target yang diinginkan.
Pertemuan dengan Menteri Sosial merupakan bagian dari rangkaian silaturahim bersama para kepala daerah se-Sulawesi Selatan. Fokus utama pembahasan adalah seputar Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang menjadi landasan utama dalam penyaluran bansos.
Penguatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)
Andi Bukti Jufri menjelaskan bahwa pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian pemerintah pusat, sebagaimana dipaparkan oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Poin-poin penting yang disampaikan meliputi penguatan data DTSEN, program Sekolah Rakyat, serta upaya percepatan penurunan angka kemiskinan di Indonesia.
Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) ditekankan sebagai instrumen krusial dalam menghadirkan data yang akurat dan mutakhir. Data ini akan menjadi dasar utama dalam penyaluran bansos, memastikan bahwa bantuan diterima oleh mereka yang benar-benar berhak.
Pengelolaan data bansos saat ini dilakukan secara terpusat dengan melibatkan berbagai instansi, termasuk Badan Pusat Statistik (BPS). Data tersebut terus diperbarui guna memastikan akurasi penerima manfaat, sehingga meminimalkan kesalahan penyaluran bantuan.
Strategi Digitalisasi dan Peran Agen Pendata
Pemerintah Kota Makassar saat ini sedang mempersiapkan program piloting digitalisasi data bantuan sosial. Tahap awal yang dilakukan adalah menyiapkan agen pendata yang akan diperkuat melalui bimbingan teknis (bimtek) intensif.
Setelah proses bimtek rampung, para agen pendata akan langsung bergerak melakukan pendataan di lapangan. Harapannya, melalui langkah ini, kualitas data penerima bansos di Kota Makassar akan semakin valid dan terverifikasi.
Validitas data yang tinggi sangat penting agar program bantuan pemerintah dapat tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Digitalisasi ini diharapkan membawa transparansi dan akuntabilitas yang lebih baik.
Program Strategis Kementerian Sosial dan Mekanisme Pengawasan
Dalam forum pertemuan tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf memaparkan sejumlah program strategis Kementerian Sosial. Program-program ini mencakup rencana sekolah rakyat, penyaluran bantuan sosial (bansos), hingga penguatan sistem data DTSEN.
Menteri Sosial menekankan pentingnya percepatan pemutakhiran data oleh pemerintah daerah. Selain itu, partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengawasan juga sangat diperlukan untuk memastikan integritas penyaluran bantuan.
Masyarakat tetap memiliki ruang untuk menyampaikan keberatan apabila merasa berhak menerima bantuan namun belum terdaftar. Mekanisme usul sanggah disiapkan sebagai bagian dari sistem pengawasan terbuka yang transparan.
Sumber: AntaraNews