Patahkan Ucapan Menteri ATR Ada Pulau Kecil Dikuasai Asing, Gubernur Bali: Enggak Ada! Kalau Punya Vila di Situ Ada
Gubernur Koster membantah soal pernyataan itu dan mengatakan, bahwa di pulau-pulau kecil di Bali tidak ada yang dimiliki oleh orang asing.
Gubernur Bali, I Wayan Koster merespon soal pernyataan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid yang mengungkap ada pulau-pulau di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali diduga dikuasai warga negara asing (WNA).
Gubernur Koster membantah soal pernyataan itu dan mengatakan, bahwa di pulau-pulau kecil di Bali tidak ada yang dimiliki oleh orang asing.
"Enggak ada yang dimiliki oleh orang asing. Kalau punya vila di situ ada," kata Koster di Denpasar, Bali, Rabu (2/6).
Koster juga menyebutkan, keberadaan WNA di pulau-pulau kecil tersebut hanya sebagai investor yang membangun fasilitas pariwisata.
"Enggak ada penguasaan asing. Yang ada adalah itu orang investasi membangun fasilitas pariwisata ada hotel, restoran, vila itu di manapun juga ada begitu," ujarnya
Pihaknya juga menegaskan, bahwa investasi itu sudan sesuai prosedur kalau tidak ada prosedur tentu akan ditertibkan.
"Kalau tidak sesuai prosedur, ini sudah ada tim penertiban, kalau tidak tertib akan ditindak tegas. Kan sudah mulai yang di Pantai Bingin, itu investasinya besar, karena melanggar saya sudah minta tindak tegas tutup, bongkar," tegasnya.
Terkait isu ini, Gubernur Koster nantinya akan meluruskan hal tersebut sekaligus berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN serta Kementerian Pariwisata.
Nusron Cek Legal Standing
Sebelumnya, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid mengungkap ada pulau-pulau di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali diduga dikuasai warga negara asing (WNA).
Ia mengaku akan mengecek kedudukan hukum atau legal standing kepemilikan pulau-pulau tersebut.
"Penjualan pulau-pulau kecil kepada oknum-oknum pihak asing atau WNA. Ini ada beberapa kejadian, enggak tahu dulu prosesnya bagaimana, tiba-tiba intinya apakah legal standing-nya kayak apa akan kita cek, tiba-tiba tanah itu atau pulau tersebut dikuasai oleh beberapa orang asing. Ada di Bali dan di NTB," kata Nusron dalam rapat dengan Komisi II DPR RI, Jakarta, Selasa (1/7).