Mahasiswa Kepung DPRD Jabar, Desak Turunkan Harga BBM hingga Reforma Agraria
Setibanya di lokasi, para peserta membentangkan berbagai spanduk yang memuat tuntutan kepada pemerintah.
Aksi unjuk rasa digelar sejumlah mahasiswa di depan Kantor DPRD Jawa Barat, Kamis (11/6) sore. Massa aksi mulai berdatangan dengan mengenakan almamater kampus dan pakaian dominan berwarna hitam sebagai identitas aksi.
Setibanya di lokasi, para peserta membentangkan berbagai spanduk yang memuat tuntutan kepada pemerintah. Massa kemudian membentuk lingkaran di area depan pagar gedung DPRD dan secara bergantian menyampaikan orasi.
Pengamanan dilakukan aparat kepolisian selama aksi berlangsung. Sejumlah polisi wanita (polwan) tampak berjajar di sisi depan pagar sambil membawa spanduk berisi pesan yang ditujukan kepada peserta aksi.
"Selamat datang pejuang aspirasi, silahkan sampaikan pendapat dengan tertib, kami siap melayani," bunyi spanduk tersebut.
Sejumlah Agenda Tuntutan
Aksi tersebut turut berdampak pada lalu lintas di sekitar lokasi. Ruas Jalan Diponegoro untuk sementara tidak dapat dilalui kendaraan karena dilakukan penutupan dan rekayasa arus guna mengantisipasi kepadatan.
Koordinator Front Mahasiswa Nasional (FMN) Bandung Raya, Ainul Mardhyah, mengatakan terdapat sejumlah agenda tuntutan yang dibawa dalam aksi tersebut. Menurutnya, isu utama yang disorot adalah dorongan agar pemerintah menjalankan reforma agraria secara menyeluruh.
"Paling pokok dan akar adalah kita ingin mendesak negara untuk mewujudkan reforma agraria sejati dan industrialisasi nasional sebagai jalan keluar atas banyaknya penindasan yang kita alami," kata dia di lokasi.
Selain itu, massa juga menyampaikan penolakan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai perlu dievaluasi. Dalam aksi yang sama, mahasiswa turut meminta pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM).
Pendidikan
Isu pendidikan juga menjadi salah satu poin tuntutan. Ainul menilai akses pendidikan masih belum dirasakan secara merata, terutama bagi kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah.
"Selain itu, kita bersikukuh untuk segera turunkan harga BBM. Kita masyarakat Indonesia berhak untuk mendapatkan akses transportasi yang masif, kayak gitu. Tidak dinaikkan," ucap dia.
Pada kesempatan tersebut, massa aksi juga meminta Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan penjelasan secara langsung kepada masyarakat terkait berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik.
"Kita semuanya berharap bahwa Prabowo Gibran hari ini harus turun datang ke sini menghadap rakyat Indonesia. Karena kita tidak akan pernah diam," kata dia.