UPN Jatim: Relevansi Ilmu Komunikasi Tetap Kuat di Era Digital Melalui COMMFEST 2026
Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur (UPN Jatim) kembali menegaskan **relevansi Ilmu Komunikasi** yang adaptif terhadap perkembangan zaman melalui ajang COMMFEST 2026. Acara ini menampilkan karya inovatif mahasiswa, membuktikan pentingnya
Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur (UPN Jatim) melalui Communication Festival (COMMFEST) 2026 kembali menegaskan bahwa Program Studi Ilmu Komunikasi tetap relevan dan memiliki dampak signifikan di tengah pesatnya perkembangan era digital. Festival ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan karya, kreativitas, serta praktik komunikasi yang adaptif terhadap dinamika zaman.
Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi UPN "Veteran" Jawa Timur, Syafrida, menjelaskan bahwa COMMFEST 2026 bukan sekadar festival mahasiswa biasa, melainkan bukti nyata bahwa pembelajaran Ilmu Komunikasi terus bergerak maju. Prodi ini beradaptasi dan menghasilkan karya-karya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta tuntutan industri kreatif digital.
Melalui ajang ini, UPN Jatim ingin menunjukkan bahwa Ilmu Komunikasi masih sangat relevan dan dibutuhkan, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan komunikasi di era modern. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkan ilmu komunikasi melalui berbagai proyek nyata.
COMMFEST 2026: Wadah Kreativitas dan Adaptasi Ilmu Komunikasi
COMMFEST 2026 dirancang sebagai platform penting bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UPN Jatim untuk mengaplikasikan teori ke dalam praktik nyata. Mahasiswa berkesempatan mempraktikkan komunikasi melalui karya, riset kecil, kampanye, produksi konten, visual kreatif, performa, dan gagasan yang dekat dengan realitas anak muda.
Syafrida menekankan bahwa festival ini menjadi cara prodi untuk menunjukkan bahwa Ilmu Komunikasi masih sangat hidup dan terus berkembang. Wacana mengenai relevansi program studi tidak seharusnya hanya diukur dari serapan industri secara sempit, melainkan juga dari kemampuan membentuk generasi kritis.
Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi yang mampu berpikir kritis, memahami perubahan sosial, membangun empati, serta menjaga ruang publik yang sehat. COMMFEST 2026 menjadi salah satu upaya UPN Jatim dalam memenuhi tanggung jawab tersebut.
Festival ini mengusung tema The Influencer Era: Trends, Media, and Identity dengan tagline Shaping Perception, Creating Reality. Agenda utamanya meliputi art and creative showcase, student performance stage, inspiring talkshow, hingga project awarding.
Ilmu Komunikasi di Tengah Krisis dan Disinformasi Digital
Dunia saat ini sedang menghadapi krisis komunikasi yang sangat besar, ditandai dengan kebisingan media sosial dan penyebaran disinformasi yang cepat. Algoritma turut membentuk cara berpikir, sementara generasi muda hidup di tengah tekanan budaya digital yang intens.
Dalam situasi kritis seperti ini, Ilmu Komunikasi justru semakin dibutuhkan, bukan malah tidak relevan. Syafrida menegaskan bahwa pemahaman mendalam tentang komunikasi sangat esensial untuk menavigasi kompleksitas informasi saat ini.
Tantangan utama program studi saat ini bukan hanya mempertahankan eksistensi, melainkan memperbarui metode pembelajaran agar lebih kontekstual dengan perkembangan masyarakat dan industri. Hal ini penting untuk memastikan lulusan siap menghadapi realitas komunikasi modern.
Melalui COMMFEST, UPN Jatim ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi mampu membaca zaman dan merespons isu sosial. Mereka diharapkan dapat menghasilkan karya yang bermakna dan berdampak positif bagi masyarakat.
Inovasi Pembelajaran Berbasis Proyek untuk Relevansi Ilmu Komunikasi
Program Studi Ilmu Komunikasi UPN "Veteran" Jawa Timur secara aktif mendorong pembelajaran berbasis proyek sebagai strategi utama. Pendekatan ini melibatkan kolaborasi lintas mata kuliah, praktik produksi media, dan riset budaya digital.
Selain itu, pembelajaran juga mencakup komunikasi pemasaran, hubungan masyarakat, fotografi, penyiaran, konten kreatif, hingga kajian media sosial. Metode ini bertujuan untuk memberikan pengalaman praktis yang komprehensif kepada mahasiswa.
Syafrida menyatakan bahwa relevansi sebuah ilmu tidak akan hilang begitu saja, melainkan cara menghidupkannya yang harus terus diperbarui. Inovasi dalam metode pengajaran menjadi kunci untuk menjaga Ilmu Komunikasi tetap relevan.
Project awarding dalam COMMFEST 2026 menjadi bentuk pengakuan bahwa proses pembelajaran tidak berhenti pada pencapaian akademik. Penghargaan ini juga mengapresiasi keberanian mahasiswa dalam berkarya, berkolaborasi, dan memberikan dampak nyata. Ketika karya mahasiswa diberi ruang dan diapresiasi, mereka akan memahami bahwa belajar adalah tentang membangun portofolio dan identitas profesional.
Sumber: AntaraNews