ISKI Tegaskan Peran Komunikasi Kedaulatan Negara di Tengah Arus Disinformasi Digital
Ketua Umum ISKI Prof. Atwar Bajari menyoroti krusialnya Peran Komunikasi Kedaulatan Negara untuk memperkuat persatuan dan menangkal disinformasi di era digital.
Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Prof. Dr. Atwar Bajari, M.Si, menegaskan bahwa komunikasi merupakan instrumen strategis dalam menjaga kedaulatan negara. Pernyataan ini disampaikan di tengah arus globalisasi informasi yang semakin deras dan meningkatnya disinformasi.
Penegasan tersebut disampaikan pada acara pelantikan Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) periode 2026-2030. Acara penting ini berlangsung pada Rabu, 11 Maret 2026, di Auditorium Prof. Dr. Djayusman, Kampus LSPR, Jakarta.
Di era digital yang ditandai oleh percepatan teknologi dan banjir informasi, komunikasi memiliki peran krusial dalam menjaga kedaulatan bangsa. Komunikasi yang berbasis ilmu pengetahuan, etika, dan dialog dapat menjadi jembatan untuk memperkuat persatuan nasional sekaligus membangun perdamaian global.
Komunikasi sebagai Penjaga Kedaulatan di Era Digital
Prof. Atwar Bajari, yang juga merupakan Guru Besar Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, menjelaskan bahwa era digital membawa tantangan signifikan. Tantangan tersebut meliputi percepatan teknologi dan banjir informasi yang seringkali disertai disinformasi.
Kondisi ini menuntut komunikasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan bertanggung jawab. Komunikasi yang strategis menjadi benteng pertahanan vital untuk melawan narasi palsu dan menjaga stabilitas negara. Peran Komunikasi Kedaulatan Negara menjadi semakin mendesak di tengah ancaman polarisasi dan perpecahan.
Penguatan kedaulatan informasi bangsa adalah salah satu fokus utama ISKI dalam menghadapi dinamika global. Ini mencakup pengembangan literasi media masyarakat dan mendorong produksi konten lokal yang berkualitas. Tujuannya adalah agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.
Tanggung Jawab Sarjana Komunikasi dan Narasi Membangun
Prof. Atwar menegaskan bahwa sarjana ilmu komunikasi memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan ruang komunikasi publik. Ruang ini tidak hanya dipenuhi oleh arus informasi yang cepat, tetapi juga oleh narasi yang membangun.
Narasi yang konstruktif ini penting untuk memperkuat demokrasi dan memperkaya kehidupan masyarakat. Sarjana komunikasi diharapkan mampu menciptakan konten yang edukatif, inspiratif, dan mempersatukan. Ini adalah bagian integral dari Peran Komunikasi Kedaulatan Negara.
Kontribusi mereka sangat dibutuhkan dalam membentuk opini publik yang sehat dan kritis. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih bijak dalam menyerap dan menyebarkan informasi. Hal ini akan membantu mengurangi dampak negatif dari disinformasi dan hoaks.
Tema dan Kontribusi Strategis ISKI
Kepengurusan baru ISKI mengusung tema "Communication for National Sovereignty and Global Peace". Tema ini mencerminkan komitmen ISKI untuk memperkuat kontribusi strategis ilmu komunikasi. Kontribusi ini penting dalam menjaga kedaulatan informasi bangsa.
Selain itu, ISKI juga berupaya memperkuat identitas nasional melalui komunikasi yang efektif dan mendorong dialog global yang konstruktif. Dialog ini berorientasi pada perdamaian, menunjukkan cakupan peran ISKI yang luas.
Pelantikan pengurus baru ini menandai komitmen ISKI untuk memperkuat peran sarjana komunikasi sebagai aktor penting. Mereka berperan dalam pembangunan sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Hal ini sejalan dengan Peran Komunikasi Kedaulatan Negara yang diemban ISKI.
Sumber: AntaraNews