Menteri Kebudayaan Sebut Perayaan Imlek Nasional Cerminkan Akulturasi Budaya Indonesia
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan perayaan Imlek Nasional adalah manifestasi akulturasi budaya yang kaya di Indonesia, menjadi jembatan penting bagi keberagaman bangsa.
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyebut perayaan Imlek Nasional sebagai wujud nyata akulturasi budaya di Indonesia. Hal ini menunjukkan keterbukaan serta panjangnya sejarah pertukaran budaya di Tanah Air.
Pernyataan tersebut disampaikan Fadli Zon di Jakarta, Jumat, seiring dengan perannya sebagai salah satu penasihat dalam kepanitiaan acara Imlek Nasional tahun ini. Ini menggarisbawahi dukungan pemerintah terhadap perayaan yang inklusif.
Perayaan Imlek ini akan dimeriahkan dengan Imlek Festival perdana yang dijadwalkan pada 17 Februari hingga 3 Maret 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta. Festival ini mengusung semangat Bhinneka Tunggal Ika dengan tagline “Harmoni Nusantara”.
Imlek Sebagai Jembatan Akulturasi Budaya
Menbud Fadli Zon menekankan bahwa perayaan Imlek berfungsi sebagai jembatan budaya yang signifikan bagi Indonesia. Ia menyoroti bagaimana bangsa ini telah menerima banyak pengaruh dari berbagai peradaban dunia, termasuk dari China, India, Timur Tengah, dan Eropa.
Menurutnya, interaksi budaya-budaya tersebut telah menciptakan akulturasi yang unik dan memperkaya khazanah budaya Indonesia. Imlek menjadi salah satu perwujudan nyata dari proses pertukaran budaya yang dinamis ini, menggambarkan masyarakat yang sangat terbuka.
Keterlibatan Fadli Zon sebagai penasihat dalam kepanitiaan memperkuat pandangan bahwa Imlek bukan hanya perayaan keagamaan, melainkan juga peristiwa budaya yang memperkaya identitas nasional. Ini adalah bukti bahwa kebudayaan dapat menjadi pemersatu bangsa.
Imlek Festival 2026: Harmoni Nusantara di Lapangan Banteng
Pemerintah akan menyelenggarakan Imlek Festival perdana pada 17 Februari hingga 3 Maret 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta. Festival ini mengusung tagline “Harmoni Nusantara” untuk merefleksikan semangat inklusivitas, keberagaman, dan kerukunan antarumat beragama.
Rangkaian acara akan mencakup Festival Lentera di berbagai kota, festival pasar kuliner yang menyajikan produk makanan akulturasi, serta pameran seni dan kreatif. Akan ada pula museum terbuka yang menampilkan akulturasi budaya Tionghoa.
Puncak perayaan Imlek Festival Nasional akan dimeriahkan dengan Parade Imlek Nusantara, menampilkan barongsai, serta pertunjukan atlet nasional silat dan wushu. Acara ini dirancang sebagai perayaan terbuka dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, menampilkan atlet nasional silat dan wushu.
Ekspansi Perayaan Imlek ke Seluruh Nusantara
Selain rangkaian utama di Jakarta, Imlek Festival 2026 juga akan merambah berbagai kota di Indonesia melalui aktivasi nasional. Kota-kota yang akan turut serta antara lain Singkawang, Palembang, Solo, Semarang, Manado, dan Makassar.
Kota-kota besar lainnya seperti Surabaya, Medan, Bogor, Batam, dan Pontianak juga akan turut serta dalam perayaan ini. Setiap kota akan menampilkan ragam ekspresi budaya Imlek khas daerahnya dalam semangat Harmoni Nusantara.
Ekspansi perayaan ini bertujuan untuk menyebarkan semangat “Harmoni Nusantara” ke seluruh penjuru negeri. Dengan demikian, Imlek Festival diharapkan dapat memperkuat kerukunan dan persatuan bangsa melalui perayaan kebudayaan yang beragam.
Sumber: AntaraNews