Hotel Borobudur Jakarta secara resmi meluncurkan program bertajuk "Discover Timeless Harmony: Explore Singkawang" yang berlangsung mulai Januari hingga Maret 2026. Inisiatif ini dirancang untuk menyambut perayaan Tahun Baru Imlek dan bulan suci Ramadan, dengan fokus utama pada pengangkatan nilai-nilai keharmonisan dan toleransi melalui akulturasi budaya yang kaya.
Program inklusif ini menghadirkan beragam kegiatan seni, budaya, kuliner, serta dialog lintas tradisi, yang dikemas secara apik untuk dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Kolaborasi strategis terjalin antara Perhimpunan Tionghoa Indonesia (INTI), Perhimpunan Tionghoa Kalimantan Barat Indonesia, serta Pemerintah Kota Singkawang, didukung oleh The Voice of Istiqlal, Air China, dan Wonderful Indonesia.
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan kegiatan ini saat pembukaan di Jakarta pada Jumat lalu. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi budaya dalam memperkaya khazanah Indonesia, serta menyoroti kearifan lokal Singkawang yang layak diangkat ke tingkat nasional dan internasional.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah Indonesia menyambut baik program yang diinisiasi oleh Hotel Borobudur Jakarta ini, melihatnya sebagai upaya nyata dalam mempromosikan kerukunan antarumat beragama dan antarbangsa. Menteri Agama RI Nasaruddin Umar secara langsung menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang mengusung tema keharmonisan tersebut.
Nasaruddin Umar juga menyoroti peran seni sebagai karunia Tuhan yang dapat dinikmati semua orang, serta mengungkapkan bahwa Masjid Istiqlal bahkan membuka kursus Mandarin gratis. Langkah ini merupakan bagian dari dukungan terhadap keragaman global melalui konsep 'international culture in mosques'.
Kolaborasi antara Hotel Borobudur Jakarta, Perhimpunan Tionghoa Indonesia (INTI), Perhimpunan Tionghoa Kalimantan Barat Indonesia, dan Pemerintah Kota Singkawang menjadi kunci sukses program ini. Dukungan dari The Voice of Istiqlal, Air China, dan Wonderful Indonesia semakin memperkuat jangkauan serta kualitas acara yang disajikan.
Advertisement
Advertisement
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menegaskan bahwa toleransi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat di Singkawang. Kota ini dikenal sebagai contoh harmonis di mana budaya kuliner, keberadaan kelenteng, dan kebudayaan internasional dapat hidup berdampingan dengan damai.
Keunikan ini menjadikan Singkawang mendapatkan apresiasi sebagai salah satu daerah paling toleran di Indonesia. Pemerintah Kota Singkawang juga sedang mempersiapkan perayaan Cap Go Meh dan Ramadan, termasuk Idul Fitri, dan mengapresiasi upaya Hotel Borobudur Jakarta dalam memperkenalkan kekayaan budaya dan kuliner Singkawang di ibu kota.
Kearifan lokal Singkawang yang kaya akan akulturasi budaya Tionghoa dan Melayu, serta tradisi Dayak, menjadi daya tarik utama dalam program ini. Hal ini mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman yang selalu dijunjung tinggi di Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Selama periode Januari hingga Maret 2026, Hotel Borobudur Jakarta akan menjadi pusat perayaan dan eksplorasi budaya Singkawang. Berbagai kegiatan menarik telah disiapkan untuk memanjakan pengunjung dan memperkenalkan lebih dekat Harmoni Budaya Singkawang.
- Perayaan Tahun Baru Imlek
- Pawai Cap Go Meh
- Bazar UMKM khas Kalimantan Barat
- Pameran seni Tionghoa di Flores Ballroom Foyer
- Bedah buku dan seminar Chinese–Muslim
- Aktivitas kebugaran seperti tai chi, yoga, dan meditasi
General Manager Hotel Borobudur Jakarta, Anggi Ayuningtyas, menyatakan bahwa kegiatan ini berfungsi sebagai jembatan untuk memperkuat saling pengertian antarbudaya. Melalui budaya sebagai fondasi dan dialog sebagai pondasi kebersamaan, diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun Indonesia yang damai, toleran, dan berbudaya.
Advertisement
Advertisement
Salah satu daya tarik utama program ini adalah pengalaman kuliner autentik melalui "Discover Singkawang Culinary", hasil kolaborasi dengan Pemerintah Kota Singkawang. Bogor Cafe di Hotel Borobudur Jakarta akan menghadirkan hidangan khas Singkawang yang menggugah selera, seperti choipan, bubur gunting, dan rujak Singkawang.
Perayaan Imlek akan dipusatkan pada 16 dan 17 Februari 2026, dimeriahkan dengan prosesi "eye-dotting", atraksi barongsai di area hotel, pertunjukan musik orkestra Tionghoa di lobi utama, serta musik gu zheng di Teratai Chinese Restaurant. Prosesi eye-dotting merupakan ritual sakral dalam budaya Tionghoa untuk "menghidupkan" atau memberikan roh pada sosok simbolis seperti barongsai.
Puncak perayaan Cap Go Meh dijadwalkan pada 3 Maret 2026, dengan pawai Cap Go Meh yang spektakuler menampilkan tatung, barongsai, dan liong. Acara ini akan ditutup dengan jamuan makan malam istimewa di Flores Ballroom. Selain itu, Hotel Borobudur Jakarta juga menyediakan paket menginap dan sajian tematik khusus selama periode perayaan Imlek dan Ramadan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews