Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyatakan bahwa penyelenggaraan Imlek Festival 2577–Harmoni Imlek Nusantara merupakan langkah strategis untuk mendiplomasikan kekayaan budaya Nusantara. Festival ini juga menjadi ajang unjuk gigi talenta terbaik di sektor ekonomi kreatif Indonesia.
Acara yang berlangsung di Lapangan Banteng, Jakarta, dari 17 Februari hingga 3 Maret 2026 ini, bertujuan untuk menunjukkan bahwa talenta Indonesia tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mampu merajalela di kancah global. Pesan ini ingin disampaikan secara lugas kepada dunia.
Puncak perayaan Imlek Festival akan diselenggarakan pada 28 Februari 2026, dengan menampilkan beragam atraksi menarik yang merefleksikan harmoni dan persatuan. Festival ini diharapkan dapat menjadi ruang refleksi mendalam bagi seluruh lapisan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Imlek Festival sebagai Jembatan Diplomasi Budaya
Irene Umar menekankan pentingnya Imlek Festival sebagai platform untuk menunjukkan pengakuan talenta Indonesia di panggung dunia. Ia menyatakan, "Kita ingin menyampaikan bahwa kita sudah ada di panggung dunia. Talenta Indonesia bukan hanya dikenal di sini, kita menjadi tuan rumah di negara sendiri dan merajalela di kancah dunia. Itu pesan yang mau kita keluarkan."
Festival ini mengusung berbagai tema menarik, salah satunya kolaborasi "Indonesia Wave x K-Pop" yang menampilkan penyanyi Yun Jian dan Saniyah. Kolaborasi ini secara nyata membuktikan bahwa talenta lokal memiliki kemampuan untuk bersaing di kancah internasional dan digemari oleh masyarakat Korea Selatan.
Menurut Irene, hubungan diplomatis antara Indonesia dan Korea Selatan telah terjalin selama bertahun-tahun. Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat menggali lebih banyak potensi bangsa, khususnya dalam sektor ekonomi kreatif. Ia melihat acara ini sebagai "pre-opening" yang memperlihatkan bagaimana ekonomi kreatif bisa menjadi alat diplomasi antarnegara.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi Internasional dan Apresiasi Global
Chief Representative KOCCA Indonesia, Lee Gi Haun, menyambut baik kolaborasi budaya antara Indonesia dan Korea Selatan di bidang musik. Ia berharap kerja sama ini akan semakin aktif dan erat di masa mendatang.
Lee Gi Haun percaya bahwa kolaborasi yang kuat akan memajukan industri konten dan musik di kedua negara. Komitmen untuk terus melangkah dan bekerja sama ini merupakan indikasi positif bagi pengembangan sektor kreatif.
Pemerintah Indonesia juga mendapat apresiasi tinggi dari Lee Gi Haun atas persiapan Imlek Festival 2577 yang luar biasa. Hal ini menunjukkan pengakuan internasional terhadap upaya Indonesia dalam mempromosikan budaya dan talenta kreatifnya.
Advertisement
Advertisement
Rangkaian Acara dan Spirit Harmoni Imlek Nusantara
Imlek Festival 2577–Harmoni Imlek Nusantara menawarkan beragam rangkaian acara menarik bagi pengunjung. Mulai dari Festival Lentera, Pasar Kuliner, Seni & Kreatif, hingga Museum Terbuka yang menampilkan Akulturasi Budaya Tionghoa.
Selain itu, terdapat juga fasilitas cek kesehatan gratis dan berbagai instalasi film dari “Jumbo” sampai “Pelangi di Mars”. Ini menunjukkan keragaman konten yang disajikan untuk menarik minat masyarakat luas.
Puncak perayaan pada 28 Februari 2026 akan dimeriahkan atraksi barongsai dan liong massal, pertunjukan musik dan tari tradisional, serta penampilan seniman nasional. Seluruh rangkaian ini menjadi simbol harmoni dan persatuan bangsa.
Advertisement
Festival ini, yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, diharapkan dapat menjadi ruang refleksi yang mendalam bagi seluruh umat beragama dan masyarakat. Ini menggarisbawahi semangat inklusivitas dan kebersamaan di Indonesia.
Sumber: AntaraNews