Masih Berkabung, PB XIV Mangkubumi Belum Pikirkan Jumenengan
Meski tak banyak bicara, putra tertua PB XIII itu mengaku saat ini keluarga Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat masih dalam suasana berkabung.
Berbeda dengan adiknya Paku Buwono (PB) XIV Purboyo yang sudah menggelar jumenengan dan membentuk bebadan keraton, PB XIV Mangkubumi/Hangabehi mengaku belum memikirkan langkah selanjutnya setelah ditetapkan sebagai Raja Surakarta.
Meski tak banyak bicara, putra tertua PB XIII itu mengaku saat ini keluarga Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat masih dalam suasana berkabung usai meninggalnya sang ayah, Minggu (2/11). Selama 40 hari setelah mangkatnya PB XIII, dia mengaku ingin fokus untuk mendoakan ayahnya.
"Saya belum tahu. Ini masih dalam rangka 40 hari berkabung. Semuanya masih melaksanakan ibadah. Ingin mendoakan beliau yang ada di Imogiri, supaya dijembarke kubure (dilapangkan kuburnya), diampuni segala dosa-dosanipun (dosanya), ditampi (diterima) segala amal ibadahnya, itu saja. Sementara ini hanya itu yang akan saya lakukan," ujar Mangkubumi, seusai Salat Jumat di Masjid Agung Keraton Surakarta Jumat (21/11).
Reaksi Mangkubumi Sang Adik Purboyo Sudah Jumenengan
Saat disinggung ihwal sang adik PB XIV Purboyo yang sudah melaksanakan jumenengan, Mangkubumi enggan berkomentar.
"Ini saya hanya menjalankan salat Jumat saja, belum berkeinginan komentar apapun," tukasnya.
Demikian juga saat ditanyakan terkait pembentukan bebadan oleh kubu Purboyo, Mangkubumi enggan menanggapinya.
"Belum ingin berkomentar, ini fokus ibadah saja," kilahnya.
Gerak Cepat Purboyo
Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat SISKS Paku Buwono (PB) XIV Purboyo bergerak cepat untuk memperkuat posisinya.
Setelah pengukuhan atau Jumenengan dan menaikkan gelar para pendukungnya, Purboyo memperbarui bebadan atau kelembagaan yang akan membantunya dalam memimpin Keraton Surakarta.
Struktur baru Bebadan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat diteyapkan pada hari Rabu (19/11) atau 4 hari setelah prosesi jumenengan.
Juru bicara PB XIV, KPA Singonagoro mengatakan, penataan bebadan dilakukan sebagai langkah strategis PB XIV untuk memulihkan muruah, memperkuat tata kelola, dan menegaskan kembali posisi Keraton Surakarta sebagai pusat peradaban Jawa yang adaptif dan berorientasi masa depan.
"Struktur bebadan baru ini kita susun melalui proses yang matang. Ini menggabungkan unsur tradisional, akademik, profesional, serta keahlian lintas disiplin," katanya.