Raja Surakarta Paku Buwono (PB) XIV Mangkubumi (Hangabehi) mengaku belum mengetahui kapan akan mengadakan prosesi jumenengan, meskipun masa berkabung 40 hari pasca wafatnya PB XIII telah dilewati.
Pernyataan tersebut dikemukakan Mangkubumi seusai salat Jumat (19/12) di Masjid Agung Keraton Surakarta. Kepada awak media Hangabehi justru menjawab dengan nada candaan.
"Jumenengan itu artinya berdiri lho. Jumenengan artinya berdiri, ini sudah jumenengan," ujarnya.
Advertisement
Putra sulung mendiang PB XIII mengatakan jika dirinya saat masih fokus untuk memperbaiki Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
"Prosesnya (Jumenengan) belum tahu. Pokoknya saya fokus keraton saja. Dandani-dandani (memperbaiki) terus, sudah itu aja," katanya.
Mangkubumi menjelaskan, proses revitalisasi di keraton akan dilanjutkan usai diresmikannya Panggung Songgobuwono dan Museum Keraton oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.
"Semuanya akan dilanjut. Museum juga baru tahap awal, tahap pertama. Nanti ada tahap-tahap berikutnya. Karena tidak mungkin satu ruang berbeda dengan etalase yang lama," jelas dia.
Advertisement
Dengan proses revitalisasi yang belum usai, dikatakannya, museum keraton masih belum akan dibuka untuk umum.
"Kalau dibuka untuk umum belum. Masih merehabilitasi semua, otomatis penataannya musti kita sempurnakan," katanya.
Ditanya soal proses revitalisasi Bangsal Pradonggo yang saat ini disangga dengan bambu, Hangabehi mengatakan akan tetap mengusahakan, namun membutuhkan peran pemerintah juga.
"Kita usahakan tetap jalan. Peran pemerintah juga tetap kita butuhkan. Itu juga sudah miur-miur, secepatnya," katanya.