Kisruh internal keluarga besar Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Kubu Paku Buwono (PB) XIV Purboyo mempersoalkan penunjukan KGPH Panembahan Agung Tedjowulan sebagai Pelaksana Keraton oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, pada Minggu (18/1) lalu.
Surat Keputusan yang diserahkan Menteri Kebudayaan tersebut berisi penunjukan Pelaksana Perlindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Solo sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional kepada KGPH Panembahan Agung Tedjowulan.
Kubu Purboyo bahkan mengancam akan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) apabila keberatan mereka terhadap SK Menteri Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2026 tidak ditanggapi dalam waktu 90 hari.
Advertisement
Menanggapi ancaman gugatan tersebut, Tedjowulan tampak santai. Saat ditemui awak media di sela acara wilujengan di Bangsal Morokoto, Selasa (20/1), pria yang akrab disapa Gusti Tedjo itu justru meminta wartawan menanyakan langsung ke kubu Purboyo.
"Silakan saja tanya ke sana, kok tanya ke saya," katanya.
Pensiunan TNI AD itu menegaskan, pihaknya tidak keberatan apabila ada pihak yang ingin menggugat SK Menteri Kebudayaan tersebut. Menurutnya, Fadli Zon juga telah memahami adanya pro dan kontra terkait penunjukan tersebut. Ia memastikan, penolakan yang muncul tidak akan mengganggu tugasnya sebagai Pelaksana Keraton.
"Enggak, tidak berpengaruh sama sekali," kata dia.
Advertisement
Meski konflik internal keluarga masih berlangsung, Gusti Tedjo memastikan program revitalisasi Museum Keraton dan sejumlah area lainnya akan tetap dilanjutkan sesuai rencana.
"Revitalisasi museum berlanjut, sampai ke bagian dalam sana. Nanti seperti apa yang ditinjau pak Menteri kemarin," tuturnya.
Ia juga memastikan Museum Keraton akan kembali dibuka untuk umum setelah proses revitalisasi rampung, menyusul insiden penggembokan yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.
"Iya, nanti dibuka untuk umum setelah revitalisasi selesai. Sudah berpikir lama, berpikir masa depan. Jangan mikir yang kemarin-kemarin," pungkasnya.