Keluarga Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat belum memikirkan sosok pengganti Paku Buwono XIII Hangabehi yang wafat hari Minggu (2/12) kemarin. Suksesi salah satu kerajaan warisan Mataram Islam baru akan dilakukan setelah 40 hari mangkatnya Sinuhun.
Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger, salah satu adik PB XIII mengatakan suksesi belum dilakukan karena keluarga keraton masih dalam suasana berduka.
"Sudah ada adat atau aturan terkait suksesi setelah Sinuhun PB XIII mangkat. Nanti kita tunggu perjalanannya saja. Kita tidak boleh mendahului, menghitung-hitung karena ini baru berkabung. Kita bicara bagaimana Sinuhun ini diantarkan dengan suasana yang damai," ujar Puger, Senin (3/12).
Lanjut Puger, aturan adat yang mengatur terkait suksesi di Keraton Surakarta ini dimaksudkan untuk meminimalisir terjadinya konflik.
"Untuk acara selanjutnya tentu sudah ada aturannya. Tinggal nanti kesepakatan dari kerabat. Karena ini dinasti ada kesepakatan. Tentu nanti ada semacam rapat, bagaimana nanti pengesahannya, keputusannya dengan adat. Supaya tidak terjadi konflik sebetulnya," imbuhnya menjelaskan.
Advertisement
Suksesi DIlakukan Setelah 40 Hari
Puger menyampaikan, suksesi baru akan dilakukan setelah 40 hari wafatnya PB XIII.
"Biasanya menunggu sampai 40 hari setelah PB XIII mangkat. Tapi kalau sebelumnya juga bisa. Tergantung raja sebelumnya juga bisa. Sebelumnya, pertengahan, atau setelah wafat atau malah ganti raja baru ada," ungkapnya.
Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat SISKS Paku Buwono XIII meninggal dunia, Minggu (2/11) pagi setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Indriati, Grogol, Solo Baru. Jenazah akan dimakamkan di pemakaman raja-raja Mataram Imogori, Yogyakarta, Rabu (5/11).