Suksesi Keraton Surakarta, Putra Tertua PB XIII Masih Berembug dengan Putra Mahkota
Karaton Surakarta Hadiningrat adalah cagar budaya yang sangat penting sebagai penanda peradaban budaya Indonesia.
Kabar bakal adanya penobatan Raja Keraton Surakarta Hadiningrat kian hangat dan menjadi bahan pembicaraan. Tak terkecuali di lingkungan keluarga keraton warisan dinasti Mataram Islam.
Dalam siaran pers yang beredar dan ditandatangani oleh GRAy Koes Murtiyah Wandansari (adik PB XIII) dan KGPH Hangabehi (putra tertua PB XIII) disebutkan bahwa saat ini Hangabehi masih terus berupaya melakukan komunikasi dengan adiknya Putra Mahkota KGPH Purboyo.
"Saat ini KGPH Hangabehi sebagai putra tertua Paku Buwono XIII masih terus berupaya melakukan komunikasi dengan adiknya KGPH Purboyo yang sampai saat ini belum tuntas pembicaraannya," ujar Gusti Moeng, sapaan akrab Wandansari.
Dikatakannya, Karaton Surakarta Hadiningrat adalah cagar budaya yang sangat penting sebagai penanda peradaban budaya Indonesia. Oleh karena itu keberadaanya harus di lindungi berdasarkan Undang-Undang yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Dalam rangka menjalankan amanat konstitusi dan pemajuan kebudayaan di Karaton Surakarta Hadiningrat, maka melalui Kementrian Kebudayaan negara wajib dan telah hadir untuk 'memastikan' proses-proses pengelolaan Karaton agar dapat berjalan sebagaimana ketetapan adat, dan sekiranya ada hubungannya dengan ketetapan hukum Nasional dapat dilakukan sinkronisasi agar berjalan baik, tertib, damai dan penuh hikmat," ungkapnya.
Suksesi Kepemimpinan Keraton Surakarta
Dalam hal suksesi kepemimpinan di Karaton Surakarta Hadiningrat, lanjut Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta masih diperlukan rembug keluarga besar agar pelaksanaanya sesuai dengan ketentuan-ketentuan adat maupun ketentuan hukum nasional.
"Ini dikarenakan Karaton Surakarta Hadiningrat adalah National Living Heritage / Cagar Budaya hidup yang masih lengkap dengan semua elemennya," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat akan menggelar acara Hajad Dalem Jumeneng Dalem Nata Binayangkare Sampeyan Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Pakoe Boewono (PB) XIV atau penobatan Raja Surakarta pengganti PB XIII.
Kabar penobatan KGPH Purboyo menjadi Raja Surakarta yang baru beredar melalui undangan yang di sejumlah grup media. Penobatan Purboyo sebagai PB XIV akan dilakukan pada hari Sabtu (15/11) jam 8.00 WIB di Keraton Surakarta.
Undangan yang ditandatangani ketua panitia yang juga salah satu putri PB XIII GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani ditujukan untuk awak media di Surakarta.
Konfirmasi Awak Media
Dikonfirmasi awak media, GKR Timoer membenarkan kabar tersebut.
"Menanggapi berbagai pertanyaan dan konfirmasi yang masuk, kami menyampaikan bahwa surat resmi mengenai pelaksanaan Hajad Dalem Jumengeng Dalem Nata Binayangkare SISK.
"Pakoe Boewono XIV yang beredar adalah benar dan sah dikeluarkan oleh Panitia Jumengeng Dalem Nata Binayangkare Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat," ujar Timoer Rumbay.
"Kami memohon doa restu dan dukungan seluruh masyarakat Surakarta serta rakyat Nusantara agar prosesi adat ini berjalan lancar, khidmat, dan penuh berkah. Mari kita sambut raja baru dengan suasana damai, rukun, adem ayem, dan penuh rasa hormat sebagaimana nilai-nilai luhur warisan Karaton Surakarta," tutupnya.