Ambruk 7 Tahun Lalu, Tembok Ndalem Prabuwinatan Keraton Surakarta Mulai Diperbaiki
Menurut Pakoenegoro, pihaknya menerima surat permohonan izin perbaikan dari Krisnina Akbar Tanjung.
KGPH Panembahan Agung Tedjowulan tembok Ndalem Prabuwinatan. Pada 15 Januari 2018, tembok ambruk karena lapuk dimakan usia.
Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat mulai memperbaiki tembok Ndalem Prabuwinatan yang ambruk karena lapuk dimakan usia pada 15 Januari 2018 lalu. KGPH Panembahan Agung Tedjowulan mengizinkan Yayasan Kusumo Buwono dan Yayasan Warna Warni Indonesia melaksanakan perbaikan tembok setinggi 6 meter di Kampung Langensari, RT 02 RW 01 Kelurahan Baluwarti, Pasar Kliwon itu.
"Ndalem Prabuwinatan berada di Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Oleh karena itu, upaya perbaikan atau pemugaran temboknya harus seizin Panembahan Agung," ujar juru bicara KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, Kangjeng Pakoenegoro, Rabu (22/4).
Menurut Pakoenegoro, pihaknya menerima surat permohonan izin perbaikan dari Krisnina Akbar Tanjung selaku Ketua Yayasan Kusumo Buwono dan Yayasan Warna Warni Indonesia.
"Gusti Tedjowulan telah menjawabnya dengan surat bernomor: 19/SKMK.08.2026/PAKKSH/IV/2026," papar Pakoenegoro.
Menurutnya, Gusti Tedjowulan mengapresiasi Yayasan Kusumo Buwono dan Yayasan Warna Warni Indonesia atas upaya perbaikan tembok Ndalem Prabuwinatan.
"Dalam pelaksanaannya, koordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah menjadi keharusan agar perbaikan tembok Ndalem Prabuwinatan sesuai dengan kaidah pelestarian cagar budaya," paparnya.
Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat telah ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 208/M/2017 tertanggal 3 Agustus 2017. Untuk pelindungan, pengembangan, dan/atau pemanfaatannya, pemerintah melalui Keputusan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2026 tertanggal 12 Januari 2026 telah menunjuk Gusti Tedjowulan sebagai Pelaksana.
"Gusti Tedjowulan juga telah menerima tembusan surat dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 76/L/KB.10.01/2026 tentang Rekomendasi Pelaksanaan Kajian Teknis dan Perbaikan atau Pemugaran Tembok Prabuwinatan. Ini yang dijadikan pedoman untuk memberikan izin," terang Pakoenegoro.
Sebelumnya, Gusti Tedjowulan telah menghadiri pergelaran budaya Tribute to National Heritage Keraton Surakarta di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 9 Februari 2026, yang diselenggarakan Yayasan Kusumo Buwono dan Yayasan Warna Warni. Hadir pula Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Dalam kegiatan tersebut diadakan pula penggalangan dana untuk perbaikan tembok Ndalem Prabuwinatan.
"Awal pekan ini, upaya perbaikan tembok tersebut dimulai dengan wilujengan di pelataran Ndalem Prabuwinatan," jelas Pakoenegoro.
Tugaskan 4 Sentanadalem
Dia menambahkan, Gusti Tedjowulan menugaskan empat Sentanadalem untuk mendampingi pelaksana pemugaran tembok Prabuwinatan. Mereka adalah KPH Joyo Adilogo, KRMH Suryo Manikmoyo, KRMH Suryo Kusuma Wibawa, dan KRMH Surya Adimijaya.
"Pihak yayasan menugaskan Pak Bintoro Notoraharjo sebagai pelaksana pemugaran. Beliau sudah berpengalaman dalam pemugaran Ndalem Purwohamijayan, Ndalem SuryoHamijayan, dan Ndalem Kalitan," jelas Pakoenegoro.
Untuk itu, Bintoro telah dibekali Surat Izin Pengerjaan Perbaikan dan/atau Pemugaran Tembok Prabuwinatan nomor 22/SKMK08.2026 oleh Gusti Tedjowulan.