Keraton Surakarta Dibersihkan, Tedjowulan Kerahkan Abdi Dalem dan TNI
Keraton Kilen Surakarta mulai dibersihkan atas perintah KGPH Panembahan Agung Tedjowulan sebagai langkah awal pendataan dan revitalisasi kawasan keraton.
Kangjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Panembahan Agung Tedjowulan memerintahkan pembersihan kawasan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebagai langkah awal penataan dan pengelolaan kawasan keraton.
Kegiatan tersebut dimulai dari lingkungan Keraton Kilen yang berada di sisi barat kompleks keraton. Dalam proses pembersihan itu, para abdi dalem dikerahkan dan dibantu sekitar 24 prajurit Kostrad TNI dari Brigif 6 Surakarta.
Sebelum kegiatan pembersihan dimulai, terlebih dahulu dilaksanakan ritual Wilujengan di Pendapa Keraton Kilen. Prosesi tersebut dipimpin oleh Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat, GKR Wandansari.
Setelah doa bersama dan permohonan izin kepada para leluhur dilakukan, GKR Wandansari kemudian memberikan izin agar kegiatan pembersihan kawasan keraton dapat dilaksanakan.
Tahap Awal Program Revitalisasi Keraton
Juru Bicara Tedjowulan, Kangjeng Pakoenegoro, menjelaskan pembersihan kawasan tersebut merupakan bagian dari tahap awal program penataan Keraton Surakarta.
"Ini adalah tahap pertama menuju keberlanjutan pengelolaan Keraton Surakarta. Diawali pembersihan, lalu pendataan atau inventarisasi kekayaan budaya di dalam keraton, dalam hal ini Keraton Kilen, kemudian program revitalisasi dilanjutkan dari sini juga," ujar Pakoenegoro.
Ia juga menyampaikan bahwa Kementerian Kebudayaan sebelumnya telah mengirimkan surat kepada Tedjowulan untuk meminta dukungan dalam proses pendataan kekayaan budaya yang berada di lingkungan Keraton Surakarta.
"Kami telah menindaklanjutinya dengan rapat koordinasi dengan Pengageng Sasana Wilapa dan Ketua Lembaga Dewan Adat, Tim Lima Revitalisasi, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Jawa Tengah, dan aparat TNI/Polri," jelas Pakoenegoro.
Pembersihan dilakukan karena kondisi lingkungan Keraton Kilen dinilai memprihatinkan. Rumput di sejumlah area bahkan telah tumbuh tinggi hingga setinggi manusia dewasa.
"Kondisinya memprihatinkan, rumputnya sudah tinggi. Jadi hari ini kita potong dan kita lanjutkan ke wilayah lain pada tahap berikutnya," pungkasnya.