Menbud Fadli Zon Resmikan Panggung Sanggabuwana Keraton Surakarta, Begini Penampakannya
Panggung Sanggabuwana pernah menjadi bangunan tertinggi yang ada di Pulau Jawa.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan Tata Pamer Museum dan Panggung Sanggabuwana Keraton Surakarta, Selasa (16/12) malam. Kedua bangunan cagar budaya itu, utamanya Panggung Sanggabuwana baru saja selesai direvitalisasi pemerintah pusat.
“Kita berkumpul di hari ini, di tengah pusaran sejarah dan keagungan budaya yang terekam oleh waktu. Kegiatan ini dalam rangka meresmikan bangunan fisik dan punya perjalanan sejarah bangsa, sejarah kolektif bangsa lewat Panggung Sanggabuwana,” ujar Fadli Zon saat memberikan sambutan.
Fadli menyebut, Panggung Sanggabuwana pernah menjadi bangunan tertinggi yang ada di Pulau Jawa. Bangunan tersebut juga menjadi bagian dari sejarah bangsa dan saat ini resmi menjadi salah satu cagar budaya nasional.
“Cagar budaya merupakan kekayaan bangsa, termasuk juga Keraton Surakarta dan berbagai peninggalan di masa lalu. Kalau kita lihat dari catatan, Panggung Sanggabuwana ini berbentuk segi delapan dengan tinggi 30 meter dan terdiri dari lima tingkatan,” ujar Fadli Zon.
Dikatakan Fadli, Panggung Sanggabuwana dibangun pada masa pemerintahan Paku Buwono III. Dan merupakan bagian tak terpisahkan dari arsitektur keraton. Merupakan manifestasi keraton sebagai pusat jagat, sebagai pos penjagaan strategis untuk pengawasan di seluruh bagian keraton.
"Termasuk juga menjadi tempat meditasi bagi raja sehingga menjadi tempat yang sakral,” katanya.
Selain Panggung Sanggabuwana, Fadli Zon juga meresmikan tata pamer museum yang juga menjadi salah satu titik yang direvitalisasi oleh pemerintah.
“Kami juga melakukan revitalisasi tata pamer museum keraton. Tata pamer ini merekonstruksi dan juga membuat display dari benda-benda budaya, artefak, dan koleksi di dalamnya sehingga museum keraton dapat sesuai standar,” ucapnya.
Ia berharap dengan tata pamer baru ini para wisatawan yang berkunjung ke museum di Keraton Surakarta bisa memperoleh informasi yang cukup soal sejarah yang tersimpan di museum tersebut.
“Harapannya museum dari Keraton Surakarta ini bisa jadi pusat budaya, pusat edukasi di mana masyarakat yang datang melihat bisa langsung dapat informasi. Mudah-Mudahan nanti museum ini dapat kunjungan yang lebih banyak dari masyarakat,” ungkap Fadli.
Fadli juga berharap ke depan akan tercipta iklim yang kondusif di dalam Keraton Surakarta. Sehingga Keraton Surakarta akan menjadi pusat kegiatan budaya dan wisata budaya daerah.
“Insya Allah semua lancar dan suasana kondusif, kami ingin cagar budaya terjaga, tidak boleh terjadi kerusakan, vandalisme, bangunan harus dijaga baik. Harapannya ke depan ada penataan keraton (di bagian lain) dan negara pasti hadir karena ini merupakan warisan budaya bangsa. Arahan Presiden saya diminta melakukan pemugaran, revitalisasi, sehingga terjaga ekosistem situs cagar budaya,” katanya.
Maha Menteri Keraton Kasunanan Surakarta Kanjeng Gusti Panembahan Agung (KGPA) Tedjowulan menambahkan sebelum revitalisasi, tepatnya di awal tahun ini sesuai dengan arahan Menteri Kebudayaan agar pihak keraton menyusun tim internal untuk lancarnya proses revitalisasi.
“Saat itu kami sampaikan bahwa kami membentuk tim kecil bernama Tim Lima, di antaranya berisi KGPA Tedjowulan, (mendiang) Sri Susuhunan Paku Buwana XIII, dan GRAy Wandansari Koes Moertiyah,” katanya.
Ia mengatakan saat ini masih banyak tempat di dalam keraton yang masih perlu penanganan khusus, seperti Ndalem Ageng, Keraton Kilen, Bandengan, dan Keputren.
“Kami mengharapkan bapak menteri berkenan meninjau lokasi. Masih banyak tempat yang perlu penanganan khusus, seperti Ndalem Ageng, Keraton Kilen, Bandengan, Keputren,” tuturnya.
Peresmian dihadiri Wali Kota Solo Respati Ardi dan Forkopimda Surakarta. Dari pihak Keraton Surakarta hadir Mahementeri KGPA Tedjowulan, Paku Buwono XIV Mangkubumi, GRay Kloes Moertiyah Wandansari, serta Tim Lima revitalisasi Sangga Buwono dan Museum Keraton Surakarta.
Sementara Paku Buwono XIV Purboyo tidak hadir dalam peresmian Sanggabuwono maupun Museum Keraton.