Kronologi Robohnya Tembok SMPN 182 Jakarta, Kepsek Ungkap Penyebabnya
Robohnya tembok sekolah karena tertimpa tembok dari bangunan milik seseorang yang bertetanggaan.
Tembok yang berada di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 182 roboh pada Minggu (15/2) kemarin. Dalam kejadian yang tidak menimbulkan korban ini terjadi sekitar pukul 11.00 Wib.
Nirwan, PLT Kepala SMPN 182 mengatakan, robohnya tembok sekolah tersebut karena tertimpa tembok bangunan yang berada di sebelah sekolah tersebut.
"Kronologisnya kemarin jam 11.22 itu tembok tetangga yang roboh merobohi tembok sekolah. Jadi sekolah itu jadi korban, gitu. Sekarang memang sudah roboh karena ditimpa oleh tembok tetangga. Ya, gitu," kata Nirwan kepada wartawan di lokasi kejadian, Senin (16/2).
Ia menegaskan, robohnya tembok sekolah karena tertimpa tembok dari bangunan milik seseorang yang bertetanggaan.
"Iya, robohnya SMP karena tertimpa tembok sebelah. Oh kalau tembok SMP-nya sepertinya kokoh. Tapi yang menimpa lebih kokoh, lebih berat, hancur juga ternyata," tegasnya.
"Itu bangunan rumah warga yang dalam pembangunan belum selesai. Kira-kira ya 4-5 tahun lah. 4-5 tahun," sambungnya.
Tembok Sudah Posisi Miring
Kemudian, saat ditanyakan soal tanda-tanda adanya kerusakan pada tembok milik warga tersebut. Hal itu sudah ada seperti miringnya tembok pembatas dari bangunan tersebut.
"Ya kalau retak tidak ada, tapi ada posisi miring dan sekolah sudah bersurat kepada yang bersangkutan, diketahui oleh Pak Lurah, untuk menjadi perhatian temboknya untuk dibetulkan atau gimana caranya biar tidak menimbulkan masalah," jelasnya.
Meski sudah mengirimkan surat kepada pemilik bangunan tersebut. Namun, tidak langsung ditindaklanjuti untuk memperbaiki tembok yang sudah miring.
"Tanggal 24 Desember 2025 (bersurat). Oh kalau dari pihak yang punya (bangunan) sudah mengirimkan ahlinya ya untuk mengecek struktur bangunan itu, hanya belum sampai pada tindak lanjut selanjutnya," ungkapnya.
Nirwan mengaku tidak tahu alasan pasti kenapa pemilik bangunan tersebut tidak langsung memperbaiki tembok pembatas yang sudah miring itu.
"Ya saya enggak tahu persis alasannya apa, yang jelas kalau saya lihat sepintas itu terkait biaya tidak sedikit dengan rumah dan pagar seperti itu," ucapnya.
Adanya Kesepakatan untuk Perbaiki Tembok
Pasca kejadian itu, pihak sekolah mengaku sudah langsung melakukan pertemuan dengan pemilik bangunan tersebut dua jam setelah kejadian.
Dalam pertemuan itu, pihak sekolah membuat kesepakatan dengan pemilik bangunan sebelah sekolah. Salah satunya untuk memperbaiki kembali tembok milik sekolah.
"Pihak sekolah dirugikan dan kemarin sudah terjadi kesepakatan, pihak yang punya pagar itu sanggup untuk mengganti kerusakan yang ada, sambil saya dibantu Ibu Nunuk untuk menginventaris barang-barang apa yang menjadi korbannya," ucapnya.
"Ya saya berharap dan saya minta begitu (menanggung semua) Sekolah nanti terima jadi, pagar saya jadi, taman saya jadi, dan lain-lainnya seperti semula," sambungnya.
Tidak Ganggu Kegiatan Belajar Mengajar
Meski adanya kejadian itu, Nirwan memastikan tidak akan mengganggu kegiatan belajar mengajar. Mengingat, murid-murid SMPN 182 baru akan kembali belajar di sekolah pada pekan depan.
"Insya Allah tidak mengganggu karena hari ini cuti bersama, besok libur Imlek, tiga hari ke depan libur awal puasa, sehingga anak belajar besok hari Senin (minggu depan baru). Dan saya berharap ini sebelum hari Minggu sekolah sudah bersih," paparnya.
"Kelar pembersihannya (sebelum anak sekolah masuk). Tapi untuk pengecekan struktur bangunan dan temboknya ya nanti perlu kesepakatan ulang lagi tahap-tahapannya," pungkasnya.