Personel Gabungan Tangani Cepat Tembok Roboh Petukangan Utara Akibat Luapan Kali Uangan

Puluhan personel gabungan sigap menangani tembok roboh Petukangan Utara di RPTRA Bhineka yang jebol akibat luapan Kali Uangan. Simak detail upaya penanganan darurat dan dampaknya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Personel Gabungan Tangani Cepat Tembok Roboh Petukangan Utara Akibat Luapan Kali Uangan
Puluhan personel gabungan sigap menangani tembok roboh Petukangan Utara di RPTRA Bhineka yang jebol akibat luapan Kali Uangan. Simak detail upaya penanganan darurat dan dampaknya. (AntaraNews)

Puluhan personel gabungan dikerahkan untuk menangani tembok yang jebol dan roboh di area Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Bhineka. Insiden ini terjadi di Jalan Swadarma Raya, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Jumat pagi.

Peristiwa nahas tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Tembok pembatas tanggul itu tidak mampu menahan debit air Kali Uangan yang tinggi dan cukup kencang, yang menyebabkan kerobohan.

Lurah Petukangan Utara, Ahmad Hasan Husaini, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi dan berangsur lama menjadi pemicu utama. Kondisi ini menyebabkan Kali Uangan meluap hingga merobohkan tembok RPTRA tersebut.

Tembok roboh Petukangan Utara di RPTRA Bhineka yang berbatasan langsung dengan tanggul Kali Uangan mengalami kerusakan parah setelah diterjang luapan air. Hujan lebat yang mengguyur Jakarta sejak dini hari menyebabkan peningkatan debit air secara signifikan di Kali Uangan.

Kondisi debit air yang tinggi dan arus yang kencang membuat struktur tembok tidak sanggup menahan tekanan hidrostatis. Akibatnya, sebagian tembok sepanjang kurang lebih 20 meter tersebut jebol dan roboh, menciptakan celah besar.

Insiden ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi genangan air yang lebih luas. Terutama di akses jalan utama dan pemukiman warga sekitar RPTRA Bhineka Petukangan Utara, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Penanganan darurat terhadap tembok roboh Petukangan Utara ini melibatkan berbagai elemen. Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Sumber Daya Air (SDA), dan karyawan PT. Paragon turut serta dalam upaya pemulihan awal.

Sebanyak 40 personel gabungan bahu-membahu membuat tanggul sementara menggunakan karung berisi pasir. Langkah ini bertujuan untuk mencegah air meluap lebih jauh ke area permukiman padat penduduk.

Selain itu, Koordinator Lapangan SDA Kecamatan Pesanggrahan, Halim, menambahkan bahwa pihaknya juga memasang penyangga dari kayu dolken. Penyangga ini diharapkan dapat memperkuat tanggul darurat yang dibuat dan memberikan stabilitas sementara.

Fokus utama penanganan saat ini adalah menstabilkan kondisi di lokasi kejadian. Mengingat tinggi air Kali Uangan yang belum sepenuhnya stabil akibat hujan yang terus mengguyur Jakarta.

Tembok yang roboh tersebut diketahui berdiri di atas lahan milik Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta. Hal ini berarti penanganan lebih lanjut dan perbaikan permanen akan diserahkan kepada instansi terkait.

Pemerintah kota akan berkoordinasi untuk menentukan langkah perbaikan permanen yang komprehensif. Penanganan ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang, memastikan keamanan warga.

Meskipun demikian, prioritas saat ini tetap pada penanganan sementara untuk mitigasi dampak. Personel di lapangan terus memantau kondisi debit air Kali Uangan secara berkala.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi