Kubu PB XIV Purboyo Laporkan Dugaan Pengeroyokan Sebelum Acara Menter Kebudayaan, Pelaku Diduga Cucu PB XIII
Peristiwa itu terjadi pada hari Minggu (18/1) sekitar pukul 10.20 WIB, di sekitar Bangsal Siaga Polisen, Ndalem Ageng.
Perseteruan antar keluarga Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat semakin meruncing. Usai terjadinya kericuhan sebelum kedatangan Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Minggu (18/1), kini salah satu pihak melaporkan dugaan pengeroyokan ke pihak berwajib.
Laporan dugaan pengeroyokan dilakukan kubu PB XIV Purboyo. Tindak kekerasan diduga dilakukan oleh sejumlah oknum dari para pendukung PB XIV Hangabehi, sebelum penyerahan Surat Keputusan (SK) Menteri Kebudayaan terkait pengembangan Keraton kepada Maha Menteri Kanjeng Gusti Panembahan Agung (KGPA) Tedjowulan di Keraton Surakarta.
"Kita kemarin mendapatkan perlakuan tidak enak. Ada pengeroyokan dan kami kemarin juga sudah melakukan pelaporan LP ke Polresta Surakarta," ujar juru bicara PB XIV Purboyo, KPA Singonagoro saat konferensi pers di Talang Paten, kompleks Keraton Surakarta, Senin (19/1).
Kronologi Diduga Pengeroyokan
Kuasa hukum kubu PB XIV Purboyo dari LBH Peduli Amal Surakarta, Ardi Sasongko, menyampaikan kronologi terjadi penganiayaan dan pengeroyokan sebelum acara yang dihadiri Fadli Zon. Peristiwa terjadi pada hari Minggu (18/1) sekitar pukul 10.20 WIB, di sekitar Bangsal Siaga Polisen, Ndalem Ageng.
"Saat itu dari tim keamanan kami, yang berjaga di sekitar Bangsal Siaga Polisen, Ndalem Ageng itu melakukan pengamanan. Karena pada saat itu ada 2 kubu. Saat itu tanpa adanya suatu komando, tiba-tiba ada pihak yang mengeluarkan kata-kata. Sehingga suasana menjadi ricuh, saling dorong. Dan salah satu dari penjaga kami karena mungkin kecil ya, itu langsung diambil," ungkapnya.
Setelah itu, lanjut dia, korban seorang abdi dalem berinisial RP ditendang di bagian sensitifnya dan mengalami serius. Di antaranya luka robek di bagian belakang kepala, memar di dada kiri dan tangan kiri. menjelaskan bahwa RP
"Semuanya sudah kami lakukan visum et repertum di RS DKT Surakarta sebagai syarat untuk pelaporan," katanya.
Pelaku Diduga Salah Satu Cucu PB XIII Berinisial S
Pihaknya telah melaporkan salah satu diduga pelaku dilengkapi dengan alat bukti dan keterangan sejumlah saksi. Ia menyebut terduga pelaku tersebut masih merupakan keluarga Keraton Kasunanan Surakarta dan masih merupakan salah satu cucu PB XIII berinisial S.
"Sangat disayangkan, pengeroyokan dilakukan di muka umum, oleh beberapa orang. Atas peristiwa tersebut kami selaku kuasa hukum yang ditunjuk melakukan langkah hukum. Kami berharap, netralitas dari Polresta Surakarta untuk menindak siapapun pelakunya," tegasnya.
Kericuhan yang terjadi bermula saat pihak Lembaga Dewan Adat (LDA) pendukung PB XIV Hangabehi berupaya membuka pintu Kori Gajahan yang digembok dari dalam area keraton. Mereka harus memanjat tembok menggunakan tangga bambu.
Upaya tersebut sempat dihalangi oleh para pendukung PB XIV Purboyo. Namun, pintu akhirnya berhasil dibuka. Usai berhasil membuka pintu Kori Gajahan, para pendukung Hangabehi kemudian memasuki area keputren.
Namun saat kembali menuju Sasana Sewoko, mereka berpapasan dengan para pendukung Purboyo. Saat itulah bentrokan di sekitar Kaputren tak bisa dihindarkan. Namun sebelum meluas, bentrokan bisa diredam.