KPK Lantik Enam Pejabat Tinggi Pratama, Perkuat Struktur Organisasi
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi melantik enam pejabat tinggi pratama, termasuk Direktur Penyelidikan, hasil seleksi terbuka untuk memperkuat kinerja lembaga.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah meresmikan pelantikan enam pejabat tinggi pratama pada Jumat, 20 Februari 2026, bertempat di Gedung Juang KPK, Jakarta. Pelantikan ini merupakan puncak dari proses seleksi terbuka yang telah berlangsung ketat sejak 20 Oktober 2025, mencari individu terbaik untuk memperkuat lembaga.
Acara pelantikan dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal KPK, Cahya Hardianto Harefa, yang secara resmi mengukuhkan para pejabat baru dengan sumpah jabatan. Pengangkatan ini bertujuan untuk mengisi posisi-posisi strategis yang vital dalam struktur organisasi KPK, guna meningkatkan efektivitas dan capaian dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
Keenam pejabat yang dilantik akan segera mengemban tugas penting di berbagai direktorat dan biro, mencakup area pembinaan masyarakat, penyelidikan kasus, koordinasi wilayah, urusan hukum, deteksi korupsi, hingga penuntutan perkara. Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat kapabilitas lembaga antirasuah dalam menjalankan fungsinya secara optimal.
Daftar Pejabat Baru dan Posisi Strategis di KPK
Proses seleksi terbuka yang kompetitif akhirnya menghasilkan enam nama terpilih yang kini resmi menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama di KPK. Posisi-posisi ini memiliki peran krusial dalam menjalankan mandat lembaga untuk memberantas korupsi secara komprehensif dan berkelanjutan di seluruh lini.
Sekretaris Jenderal KPK Cahya Hardianto Harefa secara rinci menyebutkan nama-nama yang dilantik dalam upacara tersebut. Kunto Ariawan kini menjabat sebagai Direktur Pembinaan dan Peran Serta Masyarakat, sementara Tessa Mahardhika Sugiarto dipercaya sebagai Direktur Penyelidikan, sebuah jabatan kunci dalam penegakan hukum.
Selain itu, struktur pimpinan juga diperkuat dengan Maruli Tua yang kini mengemban tugas sebagai Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah V. Iskandar Marwanto resmi diangkat sebagai Kepala Biro Hukum, memastikan aspek legalitas dalam setiap tindakan KPK.
Dua posisi penting lainnya diisi oleh Taryanto sebagai Direktur Deteksi dan Analisis Korupsi, yang bertanggung jawab dalam mengidentifikasi potensi tindak pidana korupsi, serta Budhi Sarumpaet sebagai Direktur Penuntutan, yang akan memimpin proses hukum di pengadilan. Keenam pejabat ini membawa harapan baru untuk efisiensi dan efektivitas kerja KPK ke depan.
Pesan dan Harapan Sekjen KPK untuk Peningkatan Kinerja
Dalam sambutan pengukuhannya, Cahya Hardianto Harefa memberikan penekanan khusus pada pentingnya peran para pejabat baru dalam memimpin dan memotivasi seluruh pegawai di lingkungan kerja masing-masing. Mereka diamanahkan untuk tidak hanya mencapai target organisasi, tetapi juga menjadi teladan integritas.
Cahya juga mengingatkan agar para pejabat senantiasa berkolaborasi secara aktif dan membangun sinergi, baik dengan pihak internal KPK maupun eksternal, termasuk lembaga penegak hukum lainnya. Kerjasama lintas sektor ini dianggap vital untuk mendukung keberhasilan setiap program dan inisiatif pemberantasan korupsi yang kompleks.
Lebih lanjut, Sekjen KPK berharap agar keenam pejabat yang baru dilantik dapat bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab dan semangat tinggi dalam menghadapi tantangan. Ada ekspektasi besar agar mereka segera melakukan pembenahan dan pemantapan organisasi guna meningkatkan kinerja serta efisiensi operasional.
KPK juga mendorong para pejabat baru untuk terus meningkatkan pengetahuan dan kompetensi diri secara berkelanjutan sesuai dengan lingkup kerja masing-masing. Peningkatan kapasitas individu akan berkontribusi signifikan pada penyelenggaraan tugas dan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, demi terwujudnya Indonesia yang bebas korupsi.
Sumber: AntaraNews