KPK Lakukan OTT Bupati Cilacap, Kader PKB Minta Publik Tunggu Rilis Resmi
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman pada Jumat (13/3). Kader PKB setempat meminta masyarakat menunggu rilis resmi KPK terkait OTT Bupati Cilacap ini.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, pada Jumat (13/3) siang di Cilacap. Kejadian ini mengejutkan banyak pihak, terutama di lingkungan pemerintahan daerah dan partai politik. Syamsul Auliya Rachman, yang juga Ketua DPC PKB Kabupaten Cilacap, saat ini masih menjalani pemeriksaan awal.
Bersama sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Cilacap, Syamsul dibawa ke Purwokerto untuk pemeriksaan lebih lanjut di Polresta Banyumas. Hingga Jumat petang, proses pemeriksaan oleh tim KPK masih berlangsung intensif di Gedung Satreskrim Polresta Banyumas. Publik menanti penjelasan resmi dari lembaga antirasuah tersebut mengenai detail kasus ini.
Menanggapi kabar tersebut, kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Cilacap, Taufick Hidayatullah, meminta masyarakat untuk tetap tenang. Ia menekankan pentingnya menunggu rilis resmi dari KPK sebelum mengambil kesimpulan. Permintaan ini disampaikan dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Jumat petang.
Reaksi PKB dan Seruan Menunggu Rilis Resmi KPK
Taufick Hidayatullah, mantan Ketua DPC PKB Kabupaten Cilacap, menyatakan keterkejutannya atas kabar OTT ini. Ia meminta seluruh kader dan simpatisan PKB untuk bersabar dan berprasangka baik. Sikap ini diambil guna menghormati proses hukum yang sedang berjalan di KPK.
Menurut Taufick, selama ini Syamsul dikenal memiliki komitmen kuat dalam menjalankan pemerintahan yang bersih. Komitmen tersebut sering diwujudkan melalui slogan yang menekankan tidak bermain uang maupun proyek. Oleh karena itu, kabar OTT Bupati Cilacap ini menjadi perhatian serius bagi internal partai.
Pihak PKB Kabupaten Cilacap menegaskan akan menghormati setiap tahapan proses hukum yang dilakukan KPK. Mereka berharap seluruh proses dapat berlangsung secara transparan dan adil bagi semua pihak yang terlibat. Harapan besar juga disematkan agar Syamsul tidak terlibat langsung dalam perkara yang sedang diproses oleh lembaga antirasuah tersebut.
Taufick juga mengingatkan pentingnya menjaga komitmen bersama untuk perilaku bersih dari praktik korupsi. Hal ini tidak hanya berlaku bagi pemerintah, tetapi juga DPRD, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat luas. Integritas adalah kunci dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik.
Profil dan Latar Belakang Bupati Syamsul Auliya Rachman
Syamsul Auliya Rachman merupakan alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang memiliki rekam jejak panjang di pemerintahan. Sebelum menjabat sebagai bupati, ia sempat berkarier sebagai aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Cilacap. Pengalamannya di birokrasi cukup mumpuni.
Kariernya menanjak saat terpilih sebagai Wakil Bupati Cilacap periode 2017-2022, mendampingi Bupati Tatto Suwarto Pamuji. Pasangan ini berhasil memimpin Cilacap selama satu periode dengan berbagai program pembangunan. Pengalaman ini memberinya bekal untuk kepemimpinan selanjutnya.
Pada Pilkada 2024, Syamsul Auliya Rachman berhasil terpilih sebagai Bupati Cilacap untuk periode 2025-2030. Ia berpasangan dengan Wakil Bupati Ammy Amalia Fatma Surya, menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinannya. Kemenangan ini menandai puncak karier politiknya di daerah.
Selain di pemerintahan, Syamsul juga aktif di dunia politik. Ia terpilih sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Cilacap untuk periode 2021-2026. Syamsul menggantikan Taufick Hidayatullah, menunjukkan posisinya yang strategis dalam partai di tingkat lokal.
Sumber: AntaraNews