KPK dan ACC Sulawesi Perkuat Pendidikan Antikorupsi Pemuda Melalui Pelatihan YIC
KPK dan ACC Sulawesi membekali pemuda dengan Pendidikan Antikorupsi via YIC. Ini untuk tingkatkan peran masyarakat berantas korupsi, khususnya di sektor pengadaan barang dan jasa yang rentan.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggandeng Lembaga Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi untuk membekali generasi muda dengan pendidikan antikorupsi. Pelatihan ini dilaksanakan melalui program Youth Integrity Center (YIC) di Makassar, Sulawesi Selatan.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026, di Aula Prof Abd Razak Datu Fakultas Kedokteran Kampus 2 UMI Makassar ini bertujuan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat. Fokus utama adalah pencegahan tindak pidana korupsi, terutama di sektor pengadaan barang dan jasa yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Inisiatif ini hadir di tengah meningkatnya kasus korupsi di Indonesia dan penurunan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) tahun 2025 yang mencapai skor 34, menempatkan Indonesia di peringkat 109 dunia. Hal ini menggarisbawahi urgensi penguatan upaya antikorupsi.
Kerentanan Sektor Pengadaan Barang dan Jasa Terhadap Korupsi
Pelaksana harian (Plh) Direktur Peran Serta Masyarakat KPK RI, Dion Hardika, menyoroti sektor pengadaan barang dan jasa sebagai area dengan kerawanan korupsi yang sangat tinggi. Menurutnya, sektor ini menjadi perhatian utama KPK dalam upaya pemberantasan korupsi.
Survei Penilaian Integritas (SPI) tahun 2024 menunjukkan bahwa 82 persen pemerintah provinsi dan 67 persen pemerintah kabupaten/kota berada dalam kategori rentan korupsi. Kerentanan ini sebagian besar disebabkan oleh lemahnya tata kelola dalam Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ).
Dion Hardika juga mengungkapkan data KPK yang menunjukkan bahwa hampir 90 persen perkara korupsi yang disidangkan berkaitan dengan sektor PBJ. "Hampir 90 persen perkara korupsi yang disidangkan berkaitan dengan sektor ini," paparnya.
Direktur ACC Sulawesi, Abdul Kadir Wokanubun, menambahkan bahwa di Sulawesi Selatan, sektor pengadaan barang dan jasa menjadi penyumbang kasus korupsi terbesar. Catatan akhir tahun ACC Sulawesi pada 2024 mencatat 73 dari 120 perkara tindak pidana korupsi yang disidangkan di Pengadilan Tipikor Makassar berasal dari sektor PBJ.
Peran Pemuda dan Relevansi Pendidikan Antikorupsi
Pelatihan Youth Integrity Center (YIC) ini dirancang sebagai bagian integral dari Pendidikan Antikorupsi Pemuda yang menyasar kalangan muda. Generasi muda dipandang sebagai agen perubahan yang krusial dalam menghadapi tingginya kasus korupsi di Indonesia.
Kasus korupsi di Indonesia terus meningkat, dengan nilai kerugian negara yang mencapai triliunan rupiah. Hal ini menjadikan Pendidikan Antikorupsi Pemuda semakin relevan dan mendesak untuk dilaksanakan secara masif.
Data terbaru yang menunjukkan penurunan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia pada tahun 2025 menjadi skor 34 dan peringkat 109 dunia, mengindikasikan lemahnya upaya pemberantasan korupsi. Kondisi ini menekankan pentingnya peran aktif pemuda dalam menciptakan budaya integritas.
Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta mampu memahami secara komprehensif proses pengadaan barang dan jasa publik. Mereka juga didorong untuk berperan aktif dalam pemantauan dan advokasi di lingkungan sekitar, memperkuat pencegahan korupsi.
Membangun Integritas Manusia sebagai Kunci Pencegahan Korupsi
Wakil Rektor II Universitas Muslim Indonesia, Zakir Sabara, menegaskan bahwa korupsi bukan hanya persoalan sistem dan hukum semata, melainkan juga masalah integritas manusia. Pendekatan pemberantasan korupsi perlu diperluas dengan menyiapkan sumber daya manusia yang berkarakter kuat dan berintegritas tinggi.
Menurut Zakir, perbaikan sistem saja tidak cukup jika integritas individu tidak dibangun. "Kita tidak cukup hanya memperbaiki sistem. Selama manusianya tidak disiapkan, korupsi akan selalu menemukan jalannya," ujarnya.
Oleh karena itu, upaya pencegahan korupsi tidak dapat hanya mengandalkan penindakan hukum. Diperlukan penguatan upaya preventif dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat, khususnya generasi muda, dalam berbagai inisiatif seperti YIC.
Pendidikan Antikorupsi Pemuda menjadi fondasi penting untuk menanamkan nilai-nilai integritas sejak dini. Hal ini diharapkan dapat menciptakan generasi penerus yang kebal terhadap praktik korupsi dan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga transparansi.
Sumber: AntaraNews