Kecam Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, Usman Hamid: Kalian Pengecut, Kami Tidak akan Pernah Mundur
Usman menegaskan, tindakan pecundang para penyerang tidak akan membuat para aktivis takut dan mundur dari hal yang mereka perjuangkan.
Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid bersuara keras terhadap insiden penyerangan air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus, Kamis (12/3) malam. Menurut Usman, tindakan tersebut adalah hal pengecut, mereka tidak layak hidup.
"Jadi kepada para pelaku penyerang Andri, kalian adalah para pengecut, kalian orang-orang yang tidak layak untuk hidup, tidak bertanggung jawab!," kata Usman saat jumpa pers di YLBHI Jakarta, seperti dikutip Sabtu (14/3).
Usman menegaskan, tindakan pecundang para penyerang tidak akan membuat para aktivis takut dan mundur dari hal yang mereka perjuangkan. Sebab, tidak ada di benak para pejuang akan rasa takut terhadap mereka dalam membela hak sipil. "Jangan pernah berpikir bahwa kami akan pernah mundur selangkah pun atas serangan ini! Rasa takut itu sudah kami kubur dalam-dalam," jelas Usman.
"Tidak ada satu pun yang kami takutkan di dunia ini, kecuali semesta alam. Munir dibunuh, kantor diserang berkali-kali tidak pernah menghentikan langkah aktivis kontras untuk bekerja dengan lebih baik lagi," imbuh dia.
Usman memastikan, demi Indonesia yang lebih baik, demi Indonesia yang mencintai manusia, Usman akan tetap tegak berdiri mengawal kasus penyerangan terhadap Andrie Yunus hingga tuntas.
"Jadi sekali lagi kami mengutuk kekerasan dan kami mengecam negara yang berkali-kali tidak becus di dalam mengusut segala bentuk teror terhadap para aktivis, para akademisi, dan juga para warga termasuk influencer yang bersuara kritis. Tidak ada satu pun bahkan kasus yang bisa kita pegang, misalnya setahun terakhir ini, yang benar-benar diungkapkan oleh otoritas negara," desak Usman.
Menguji Polisi, Pelaku Belum Tentu TNI
Usman menyatakan, penyerangan air keras terhadap Andrie Yunus adalah ujian buat kepolisian dan juga negara, mampukah menyelesaikan kasus tersebut dan menemukan pelaku dalam waktu singkat. "Kalau memang becus mengurus negara, buktikan bahwa pelakunya bisa ditangkap dalam waktu yang tidak lama!," wanti Usman.
Usman juga mengingatkan, agar publik tidak terkecoh untuk melihat dengan sempit para terduga pelaku dari rekam jejak aktivisme yang dilakukan Andrie, seperti saat menggeruduk rapat RUU TNI anggota DPR di Fairmont Hotel hingga mengisi podcast tentang remilitarisasi dan judicial review.
"Saudara Andrie setahun terakhir ini juga sibuk untuk judicial review tentang undang-undang TNI. Tapi sebagai aktivis kontraS, kita tidak pernah terkecoh untuk segera mengambil kesimpulan bahwa hanya karena pernah bersinggungan dan sering bersinggungan dengan tentara sudah pasti pelakunya adalah tentara. Belum tentu," tutur Usman.
"Jadi kita harus melakukan investigasi yang sangat serius dan biasanya teror-teror itu muncul di tengah ketegangan konflik elit politik. Ketegangan konflik elit politik ini yang harus kita cermati untuk kita hubungkan dengan peristiwa serangan terhadap Andrie Yunus," Usman memungkasi.