Kapolda Banten Kerahkan Pompa Air, Percepat Penanganan Banjir Cilegon
Irjen Polisi Hengki instruksikan pengerahan pompa penyedot air untuk mempercepat penanganan banjir Cilegon di Sambirata, Cibeber, setelah 68 rumah terendam.
Banjir setinggi 80 sentimeter merendam puluhan rumah di Lingkungan Sambirata, Kelurahan Cibeber, Kota Cilegon, sejak Jumat (2/1) sore akibat curah hujan tinggi. Kepala Kepolisian Daerah Banten, Irjen Polisi Hengki, segera meninjau lokasi terdampak pada Sabtu (3/1). Ia memastikan upaya penanganan banjir Cilegon dilakukan secara cepat dan efektif.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Banten menginstruksikan jajarannya untuk mengerahkan mesin pompa penyedot air guna mempercepat surutnya genangan. Selain itu, bantuan makanan juga didistribusikan kepada warga yang terdampak langsung bencana ini. Langkah ini diambil untuk memulihkan aktivitas masyarakat sesegera mungkin.
Pengerahan alat berat dan bantuan logistik ini merupakan respons cepat kepolisian daerah dalam menghadapi kondisi darurat. Fokus utama adalah mengembalikan kondisi normal bagi 68 rumah yang masih terendam banjir. Kapolda juga menyoroti penyebab teknis banjir di wilayah tersebut.
Respons Cepat Kapolda Banten dalam Penanganan Banjir
Irjen Polisi Hengki secara langsung memimpin peninjauan lokasi banjir di Sambirata, Cilegon, pada Sabtu (3/1). Kondisi genangan air yang mencapai 80 cm menjadi perhatian utama Kapolda Banten. Ia menekankan pentingnya respons cepat untuk penanganan banjir Cilegon agar tidak berlarut-larut.
Instruksi pengerahan mesin pompa penyedot air dikeluarkan untuk mengatasi genangan yang masih tinggi. Mesin ini diharapkan dapat mempercepat proses pembuangan air kembali ke sungai. Tujuannya agar warga dapat segera kembali beraktivitas normal tanpa hambatan.
Selain pengerahan pompa, pihak kepolisian juga menyiagakan perahu karet. Peralatan ini berfungsi untuk membantu mobilitas warga dan evakuasi jika diperlukan. Bantuan makanan juga diberikan langsung kepada para korban terdampak banjir di lokasi.
Kondisi dan Penyebab Banjir di Cilegon
Banjir di Lingkungan Sambirata telah merendam setidaknya 68 rumah warga. Ketinggian air yang mencapai sekitar 80 sentimeter membuat banyak aktivitas terganggu. Salah seorang warga, Salman, menyebutkan bahwa banjir mulai terjadi sejak Jumat sore setelah curah hujan intensitas tinggi.
Curah hujan yang lebat menyebabkan air sungai meluap dan masuk ke permukiman. Kapolda Hengki menjelaskan bahwa ada faktor teknis yang memperparah kondisi ini. Struktur penahan tanah di aliran sungai posisinya lebih tinggi dari permukaan tanah permukiman warga.
Kondisi teknis tersebut menyebabkan air yang meluap dari sungai terjebak di area permukiman. Hal ini membuat genangan air sulit surut secara alami. Warga berharap bantuan yang diberikan dapat segera mengatasi genangan air yang melumpuhkan aktivitas mereka.
Sumber: AntaraNews