Dua Kecamatan di Kabupaten Serang Terendam Banjir, BPBD Lakukan Pemantauan Intensif
Banjir Serang kembali melanda, merendam dua kecamatan di Kabupaten Serang dengan ketinggian air bervariasi. BPBD Kabupaten Serang terus memantau kondisi di lapangan.
Banjir dilaporkan melanda dua kecamatan di Kabupaten Serang, Banten, pada Sabtu, 10 Januari, menyebabkan genangan air di sejumlah permukiman warga. Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang yang telah menerima laporan terkait kejadian tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, mengonfirmasi adanya genangan air di Desa Citasuk, Kecamatan Padrincang, dan Desa Rancasanggal, Kecamatan Cinangka. Laporan awal menunjukkan dampak signifikan terhadap aktivitas harian masyarakat setempat, menghambat mobilitas dan kenyamanan.
Meskipun demikian, warga yang terdampak banjir Serang di kedua wilayah tersebut dilaporkan masih memilih untuk bertahan di rumah masing-masing. Tim BPBD telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan validasi laporan awal dan memantau situasi terkini secara cermat.
Detail Lokasi dan Ketinggian Air Banjir Serang
Di Kecamatan Padrincang, genangan air terpantau di Kampung Sukamaju, Desa Citasuk, yang merupakan salah satu area padat penduduk. Wilayah yang terdampak meliputi RT/RW 24, 25, 26, dan 27/05, menunjukkan cakupan area yang cukup luas.
Ketinggian muka air (TMA) di lokasi ini berkisar antara 50 hingga 70 sentimeter, menunjukkan dampak yang cukup serius bagi warga yang tinggal di sana. Genangan air setinggi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan berpotensi merusak perabotan rumah tangga.
Sementara itu, di Kecamatan Cinangka, banjir Serang menggenangi Kampung Kajeroan RT/RW 01/04, Desa Rancasanggal. Tinggi muka air di luar rumah warga di wilayah ini dilaporkan sekitar 20 hingga 30 sentimeter, meskipun lebih rendah, tetap menimbulkan ketidaknyamanan.
Data awal dari BPBD Kabupaten Serang ini menjadi dasar penting bagi upaya penanganan lebih lanjut dan penyaluran bantuan. Pihak berwenang terus mengumpulkan informasi mendetail mengenai jumlah kepala keluarga yang terdampak dan kebutuhan mendesak lainnya.
Respons Cepat dan Pemantauan BPBD Kabupaten Serang
Menanggapi laporan banjir Serang ini, Tim II BPBD Kabupaten Serang segera bergerak cepat ke lokasi terdampak untuk melakukan peninjauan. Upaya penanganan awal difokuskan pada validasi laporan yang diterima dari masyarakat dan pihak terkait di lapangan.
Meskipun asesmen mendetail mengenai kerugian dan jumlah pasti warga terdampak belum sepenuhnya dilakukan, BPBD terus berkoordinasi dengan pelapor dan perangkat desa setempat. Langkah ini krusial untuk memastikan informasi yang akurat dan respons yang tepat sasaran dalam penanganan bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan secara intensif. Kewaspadaan ditingkatkan untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan debit air, terutama jika curah hujan tinggi terus berlanjut di wilayah Kabupaten Serang dalam beberapa hari ke depan.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika ada perubahan signifikan pada ketinggian air atau situasi darurat lainnya. Kesiapsiagaan bersama diharapkan dapat meminimalkan dampak buruk dari bencana banjir ini.
Sumber: AntaraNews