Indehoy Bareng Mahasiswi di Kamar, Dosen UIN Jambi Digerebek Istri & Dinonaktifkan Kampus
Wakil Dekan yang inisial DK terjaring saat berduaan dengan seorang mahasiswi, ketika istrinya bersama warga menggerebek mereka di Jambi.
Rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin (STS) Jambi mengambil tindakan tegas. Menonaktifkan DK, seorang dosen sekaligus wakil dekan.
Keputusan ini diambil setelah DK terlibat dalam kasus dugaan penggerebekan bersama seorang mahasiswi di salah satu kamar kos di Kota Jambi.
Rektor UIN STS, Kasful Anwar, menjelaskan bahwa sanksi ini dikeluarkan setelah mempertimbangkan informasi yang beredar di media sosial dan media massa, yang telah menarik perhatian publik.
UIN STS Jambi menegaskan bahwa setiap anggota sivitas akademika terikat pada kode etik, aturan disiplin, dan norma kelembagaan. Oleh karena itu, pihak universitas sangat menyayangkan dan menyesalkan terjadinya peristiwa penggerebekan yang melibatkan oknum dosen tersebut.
Kasful juga menyampaikan bahwa pihak kampus akan melakukan penelusuran lebih lanjut untuk mengambil tindakan tegas demi menjaga maruah institusi, integritas akademik, serta nilai-nilai etika yang menjadi dasar kehidupan kampus.
Rektor menjelaskan bahwa langkah menonaktifkan DK dari jabatan sebagai wakil dekan ini merupakan bentuk upaya untuk menjaga objektivitas dalam pemeriksaan yang akan dilakukan.
Penghentian Sementara
Pihak UIN STS Jambi telah memutuskan untuk melakukan pemeriksaan etik terhadap individu yang bersangkutan guna memastikan status hukum dan keakuratan peristiwa yang terjadi.
"Apabila berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran terhadap aturan ataupun kode etik yang berlaku maka UIN STS Jambi tentunya mengambil langkah sesuai regulasi dan mekanisme yang berlaku," ujarnya seperti yang dilansir oleh Antara pada hari Sabtu (2/5).
Dia juga menambahkan bahwa sanksi berupa penghentian sementara akan diterapkan kepada DK dari segala aktivitas yang mewakili institusi UIN STS Jambi, baik di lingkungan internal maupun eksternal.
"Terakhir, untuk sementara waktu aktivitas yang bersangkutan dalam kegiatan mengajar, pengabdian, dan penelitian," ujarnya, menegaskan langkah-langkah yang akan diambil dalam situasi ini.
Digerebek Istri
UIN STS Jambi menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh oknum dosen tersebut tidak mencerminkan nilai, budaya kerja, dan komitmen institusi dalam menciptakan lingkungan akademik yang bermartabat dan berintegritas.
"Tindakan personal yang dilakukan oknum dosen tersebut tidak serta merta merepresentasikan nilai, budaya kerja, maupun komitmen kelembagaan UIN STS Jambi," ungkap pihak universitas.
Lebih lanjut, Kasful meminta agar semua pihak tidak terjebak dalam spekulasi dan tidak menyebarluaskan informasi yang dapat memperburuk keadaan. "Selain itu, kami juga mengingatkan untuk tidak membangun narasi yang dapat memperkeruh situasi," tambahnya.
Peristiwa tersebut melibatkan Wakil Dekan berinisial DK dan seorang mahasiswi yang digrebek oleh istri sahnya bersama masyarakat di Kelurahan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, pada malam Jumat (1/5).