Viral Warga Blora Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak, Tantang Gubernur Jateng Tinjau Langsung Lokasi
Masyarakat setempat bahkan secara terbuka meminta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Kondisi memprihatinkan ruas jalan Cepu–Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kembali menjadi sorotan publik setelah aksi protes warga viral di media sosial. Keluhan masyarakat terhadap kerusakan jalan yang telah berlangsung lama diwujudkan dengan cara unik, yakni menanam pohon pisang di sejumlah titik jalan yang berlubang.
Aksi tersebut terekam dalam video yang diunggah akun Instagram @tentangblora.id dan dengan cepat menyebar luas. Dalam rekaman itu terlihat tulisan bernada kritik bertuliskan "Kartu Kuning Gub Jateng!!!" yang dipasang di lokasi jalan rusak sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap lambannya penanganan infrastruktur.
Masyarakat setempat bahkan secara terbuka meminta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi untuk datang langsung melihat kondisi jalan yang setiap hari mereka lalui. Ruas jalan yang menjadi sasaran protes itu diketahui membentang sekitar tiga kilometer dan mengalami kerusakan di banyak titik.
Memasang Pohon Pisang
Tak hanya memasang pohon pisang sebagai simbol protes, warga juga melakukan perbaikan secara mandiri. Mereka bergotong royong menutup sejumlah lubang menggunakan material grosok atau batu kerikil yang dikumpulkan melalui swadaya masyarakat.
Sedikitnya 10 truk material grosok berhasil dihimpun dari hasil urunan warga dan pengguna jalan yang selama ini terdampak oleh buruknya kondisi ruas tersebut. Kerusakan berupa lubang besar, permukaan jalan bergelombang, hingga perbaikan tambal sulam yang dinilai tidak memberikan solusi jangka panjang menjadi sumber keluhan utama masyarakat.
"Bung Luthfi, kami mengingatkan bahwa baju yang Anda pakai, celana yang Anda pakai, sepatu yang Anda pakai, kaus kaki yang Anda pakai, bahkan celana dalam yang Anda pakai, gaji yang Anda pakai, itu adalah hasil dari pajak yang dibayarkan oleh rakyat," kata dia.
Sorotan Publik
Menanggapi sorotan publik tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan perbaikan jalan akan segera dilakukan. Salah satu fokus penanganan berada di wilayah Desa Kediren, Kecamatan Randublatung, yang selama ini mengalami kerusakan cukup parah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp5,276 miliar pada tahun 2026 untuk memperbaiki ruas jalan tersebut. Saat ini prosesnya telah memasuki tahap lelang.
Menurut Henggar, alokasi dana tersebut diprioritaskan untuk memperbaiki segmen jalan dengan tingkat kerusakan berat di Desa Kediren. Pemerintah juga membuka peluang penambahan panjang ruas yang akan diperbaiki melalui evaluasi desain teknis.
“Sesuai arahan Pak Gubernur, desain teknis akan dievaluasi agar panjang jalan yang diperbaiki dapat ditambah lagi,” kata Henggar, Senin (1/6).
Pemprov Jawa Tengah Telah Menangani Ruas Singget-Doplang-Cepu
Sebelumnya, pada 2025, Pemprov Jawa Tengah telah menangani ruas Singget-Doplang-Cepu sepanjang 2,611 kilometer yang melintasi Desa Petak, Desa Dinding, dan Desa Betekan. Proyek tersebut menelan anggaran sekitar Rp19,92 miliar.
Secara keseluruhan, pemerintah provinsi mengalokasikan dana sebesar Rp45,86 miliar untuk peningkatan kualitas jalan provinsi di Kabupaten Blora sepanjang 101,5 kilometer selama periode 2025 hingga 2026.
Selain menggunakan anggaran daerah, Pemprov Jawa Tengah juga mengupayakan tambahan dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Tiga ruas jalan di Kabupaten Blora telah diajukan untuk memperoleh bantuan melalui program tersebut.
“Dan ini telah kita usulkan ke Inpres Jalan Daerah. Jadi masuk ke IJD, mudah-mudahan semuanya dapat terlaksana dengan baik,” katanya.
Berdasarkan data pemerintah provinsi, usulan bantuan untuk tahun 2026 yang diajukan kepada Kementerian Pekerjaan Umum mencapai Rp46,6 miliar. Dana tersebut ditujukan untuk mempercepat penanganan ruas Singget-Doplang-Cepu yang menjadi salah satu jalur vital di wilayah Blora.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta seluruh perangkat daerah bergerak cepat merespons setiap keluhan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan infrastruktur publik.
Menurutnya, berbagai aduan yang ramai diperbincangkan di media sosial harus dijadikan bahan evaluasi agar pelayanan pemerintah semakin responsif terhadap kebutuhan warga.
Ia juga menekankan pentingnya kualitas pekerjaan dalam setiap proyek perbaikan jalan dan meminta agar proses penanganan dilakukan secara profesional.
"Jangan asal-asalan. Harus dikerjakan secara profesional,” katanya.
Luthfi menegaskan bahwa jalan dengan tingkat kerusakan berat harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam program perbaikan infrastruktur.
“Balai dan dinas harus memperhatikan ini. Begitu ada jalan berlubang dan sudah rusak berat, maka harus menjadi skala prioritas penanganannya,” lanjutnya.
Di sisi lain, pemerintah provinsi menyatakan terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat. Menurut Pemprov Jateng, partisipasi publik menjadi elemen penting dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan pemerintah, baik di sektor infrastruktur maupun bidang lainnya seperti pendidikan, kesehatan, pangan, dan kesejahteraan sosial.