Komdis UIM Al Ghazali Pecat Dosen yang Ludahi Kasir Swalayan
Komdis menggelar Sidang Etik kemarin dan memutuskan dosen itu dipecat.
Komisi Disiplin Universitas Islam Makassar (UIM) Al Ghazali menjatuhkan sanksi pemberhentian terhadap dosen inisial AS usai viral meludahi kasir swalayan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar. Sanksi pemecatan tersebut diberikan setelah Komdis melakukan Sidang Etik, Senin (29/12).
Rektor UIM Al Ghazali Prof Muammar Bakry mengatakan pasca viral video AS meludahi kasir swalayan, pihaknya langsung melakukan tindakan melalui Komdis. Muammar menilai tindakan AS tidak etis dan melanggar etika.
"Sebagai kampus yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama yang Rahmatan Lil Alamin, kemanusiaan dan kearifan lokal, serta berdasarkan keputusan Komdis UIM bahwa yang bersangkutan telah melanggar dosen dan peraturan kepegawaian yang ada dalam lingkup UIM," ujarnya saat jumpa pers di Gedung Rektorat UIM Al Ghazali, Senin (29/12).
Pernah dapat Penghargaan Presiden
Dengan dasar keputusan Komdis tersebut, kata Muammar, AS diberhentikan sebagai dosen UIM Al Ghazali. Selanjutnya, UIM Al Ghazali mengembalikan AS ke LL-DIKTI wilayah IX.
"Beliau adalah dosen ASN LL-Dikti wilayah IX yang diperbantukan di UIM Al-Ghazali.
Karena itu Rektor UIM memberhentikan yang bersangkutan, sebagai dosen UIM dan dikembalikan ke LL-DIKTI wilayah IX sebagai dosen negeri," sebutnya.
Muammar yang juga Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel ini menyayangkan kejadian yang menimpa AS. Alasannya, AS merupakan salah dosen beprestasi dan pernah mendapatkan penghargaan dari Presiden RI.
Khilaf
"Yang bersangkutan sudah mengabdi kurang lebih 20 tahun. Bahkan sudah mendapatkan penghargaan dari Bapak Presiden dalam pengabdiannya yang cukup lama itu," sebutnya.
Muammar mengungkapkan saat sidang Komdis, AS mengaku menyesal dan khilaf usai kejadian tersebut. Ia pun meminta kepada dosen ataupun civitas akademika UIM Al-Ghazali untuk menjaga nilai kemanusiaan, agama, dan kearifan lokal.
"Ketika kami menghadirkan dalam sidang komisi etik beliau sangat menyesali dan menganggap sebagai kekhilafan. Tentu pelajaran bagi beliau dan tentu kepada kita semua," tegasnya.
Permohonan Maaf
Muammar juga menyampaikan permohonan maaf kepada korban akibat kejadian tersebut. Terkait laporan korban, Muammar mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada polisi.
"Urusan hukum itu nanti diserahkan kepada yang bersangkutan dan pihak korban tentunya. Semoga saja terjadi semacam islah, yang inti kan bagaimana kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua," ucapnya.
Sebelumnya, AS mengaku pemicu kejadian tersebut bukan sama kasir, tapi pembantu kasir. Ia menyebut kasir tidak protes saat pindah antrean.
"Kasir sendiri enggak bilang apa-apa, normal. Enggak protes saya ke situ. Tapi ini pembantunya yang kayaknya enggak terlalu terima saya pindah antrean," ujarnya, Minggu (28/12).
AS mengungkapkan saat itu pembantu kasir menyampaikan kepada dirinya kenapa tidak ikut antre. Saat itu, kata AS, tidak ada pengunjung lainnya yang menuju ke meja kasir.
"Saya merasa bingung, karena ada ini saya harus antre bagaimana. Nah, tidak ada orang yang menuju ke kasir itu. Itu juga yang di depan saya, sudah mau selesai dilayani," ungkapnya.
Lepas Kontrol
Karena melihat tidak ada orang mengantre, akhirnya dirinya menuju ke meja kasir tersebut. Apalagi kejadian tersebut terekam CCTV.
"Makanya saya inisiatif ke sebelah situ, di kasir yang kosong itu.Tidak sama sekali, saya tidak menyerobot. Itu kalau menyerobot, saya dahului orang. Tidak ada, tidak ada sama sekali," tegasnya.
Saat kejadian tersebut, AS merasa dipermainkan oleh pembantu kasir. Ia juga menilai pembantu kasir seperti tidak beretika.
"Saya bilang, ini etikanya bagaimana ini anak, karena itu tadi kelakuannya ke saya. Akhirnya itu yang bikin saya mulai lepas kontrol," kata AS.
Meski demikian, AS menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Ia pun mengaku menyesal telah lepas kontrol.
"Tapi terus terang setelah ingatan saya normal kembali, terus saya menyesal sebenarnya. Karena kenapa tadi saya lepas kontrol begitu," pungkasnya.