Fokus 6 Bidang SPM, Pemkab Sigi Optimalkan Penanganan Stunting
Pemerintah Kabupaten Sigi serius dalam Penanganan Stunting Sigi, mengoptimalkan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan melibatkan berbagai OPD untuk mencapai penurunan signifikan. Upaya ini menunjukkan komitmen daerah dalam mengatasi masalah gizi
Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menunjukkan komitmen kuat dalam upaya Penanganan Stunting Sigi. Mereka mengoptimalkan penanganan kasus stunting melalui pendekatan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Pendekatan ini memanfaatkan keberadaan posyandu di setiap wilayah untuk jangkauan yang lebih luas.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi, dr. Trieko Stefanus Larope, menjelaskan bahwa penanganan stunting secara nasional juga mengadopsi pendekatan enam bidang SPM. Ini melibatkan kerja gotong royong dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting di Sigi.
Berkat upaya terpadu ini, data Dinas Kesehatan menunjukkan penurunan signifikan kasus stunting di Kabupaten Sigi pada tahun 2025. Penurunan ini menjadi bukti efektivitas strategi yang diterapkan. Langkah proaktif Pemkab Sigi ini penting untuk masa depan generasi muda di daerah tersebut.
Kolaborasi Lintas Sektor dalam Penanganan Stunting
Penanganan stunting di Kabupaten Sigi bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan hasil kerja gotong royong lintas sektor. Berbagai OPD memiliki tugas dan fungsi spesifik dalam pencegahan dan penanganan stunting. Ini mencerminkan pendekatan holistik yang diterapkan pemerintah daerah.
- Dinas Pendidikan berperan dalam edukasi gizi dan kesehatan di lingkungan sekolah.
- Dinas Kesehatan fokus pada pelayanan kesehatan dasar dan pemantauan tumbuh kembang anak.
- Satpol PP turut serta dalam mendukung program-program kesehatan masyarakat.
- Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman memastikan sanitasi serta lingkungan layak huni.
- Dinas Pekerjaan Umum berkontribusi pada penyediaan infrastruktur air bersih.
- Dinas Sosial memberikan dukungan kepada keluarga rentan stunting.
Kerja sama antar dinas ini menciptakan sinergi yang kuat. Setiap OPD berkontribusi sesuai bidangnya untuk memastikan cakupan intervensi yang komprehensif. Upaya ini bertujuan mengatasi akar masalah stunting dari berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Peran Strategis 6 Bidang SPM dan Posyandu
Pemerintah Kabupaten Sigi menjadikan enam bidang SPM sebagai landasan utama dalam Penanganan Stunting Sigi. Pendekatan ini memastikan bahwa layanan dasar yang esensial tersedia bagi masyarakat. Posyandu menjadi garda terdepan dalam implementasi program ini di tingkat komunitas.
Posyandu memegang peran krusial sebagai pusat pelayanan kesehatan primer yang dekat dengan masyarakat. Melalui posyandu, berbagai program pencegahan stunting dapat diimplementasikan secara langsung. Ini termasuk penimbangan rutin, pemberian makanan tambahan, serta edukasi gizi bagi ibu dan balita.
Optimalisasi enam bidang SPM dan penguatan posyandu sejalan dengan strategi nasional dalam menurunkan angka stunting. Strategi ini menekankan pentingnya intervensi spesifik dan sensitif gizi. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang mendukung tumbuh kembang optimal anak.
Dinamika Data Stunting: SSGI vs. e-PPGBM
Terdapat dua metode penilaian yang digunakan untuk mengukur prevalensi stunting di Kabupaten Sigi, yaitu Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM). Kedua metode ini memberikan gambaran yang berbeda mengenai kondisi stunting di daerah tersebut.
Pada tahun 2024, Kabupaten Sigi mengalami kenaikan kasus stunting menjadi 33 persen berdasarkan penilaian SSGI. Tim dari Kementerian Kesehatan yang diturunkan langsung melakukan penelitian ini. Hasil SSGI ini menunjukkan adanya tantangan yang perlu diatasi.
Namun, Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi melaporkan penurunan signifikan kasus stunting di tahun 2025. Angka stunting turun menjadi 11,55 persen dari sebelumnya 33 persen, berdasarkan metode e-PPGBM. Metode e-PPGBM ini digunakan oleh puskesmas-puskesmas di Sigi untuk pelaporan rutin ke Kementerian Kesehatan.
Selama tiga tahun terakhir, sejak 2021 hingga 2023, angka stunting di Sigi sebenarnya menunjukkan tren penurunan. Akan tetapi, pada tahun 2024 terjadi kenaikan sebesar 6,6 persen, dari 26,4 persen menjadi 33 persen. Perbedaan data ini menunjukkan pentingnya pemahaman terhadap metodologi survei yang digunakan.
Sumber: AntaraNews