Pemkab Sigi Perintahkan OPD Kawal Efektivitas Program di Kecamatan untuk Pelayanan Merata
Pemerintah Kabupaten Sigi menegaskan pentingnya peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mengawal Efektivitas Program Pemkab Sigi di setiap kecamatan, demi memastikan pembangunan menyentuh langsung masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mengambil langkah tegas dengan memerintahkan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menjadi koordinator di setiap kecamatan. Langkah ini bertujuan memastikan efektivitas program pemerintah daerah berjalan optimal dan terkontrol hingga ke pelosok desa. Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, menekankan pentingnya keterlibatan OPD sebagai pengawas program lintas sektor di seluruh wilayah Kabupaten Sigi.
Arahan ini disampaikan Bupati Rizal saat melakukan kunjungan kerja di Kulawi Selatan, Sigi, pada Sabtu (07/2). Ia menjelaskan bahwa forum konsolidasi pemerintahan sangat diperlukan guna memastikan pelayanan publik dan program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah penguatan pelayanan dasar yang langsung dirasakan oleh warga, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan upaya pengentasan kemiskinan.
Bupati Rizal juga menegaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menghendaki negara hadir melalui pelayanan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat. Prioritas tidak hanya pada pembangunan infrastruktur fisik, melainkan pada program yang memberikan dampak langsung dan signifikan terhadap kesejahteraan warga.
Peran Strategis OPD dalam Pengawasan Program
Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Sigi kini mengemban tugas ganda sebagai koordinator wilayah di setiap kecamatan. Peran ini krusial untuk memastikan setiap program pemerintah daerah dapat terlaksana secara efektif dan tepat sasaran. Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae menekankan bahwa pengawasan program lintas sektor oleh OPD akan memperkuat sinergi antarlembaga.
Keterlibatan aktif OPD diharapkan mampu mengidentifikasi hambatan di lapangan serta mencari solusi cepat. Hal ini penting untuk menjamin bahwa setiap kebijakan yang digulirkan Pemkab Sigi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Konsolidasi pemerintahan secara berkala akan menjadi platform untuk mengevaluasi progres dan efektivitas program.
Dengan pendekatan ini, Pemkab Sigi berupaya mewujudkan pelayanan publik yang lebih responsif dan inklusif. Program pembangunan tidak hanya terfokus pada skala besar, tetapi juga menjangkau kebutuhan spesifik di tingkat desa. Efektivitas program Pemkab Sigi menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan implementasi.
Fokus Pelayanan Dasar untuk Kesejahteraan Masyarakat
Pemerintah Kabupaten Sigi saat ini memprioritaskan penguatan pelayanan dasar yang langsung berdampak pada kehidupan masyarakat. Sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama, dengan komitmen untuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah karena alasan ekonomi. Pemkab Sigi telah menyiapkan dukungan pembiayaan, termasuk penyediaan seragam sekolah gratis bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu, mulai dari jenjang PAUD hingga SMP.
Di sektor kesehatan, Pemkab Sigi memastikan seluruh masyarakat mendapatkan pelayanan tanpa diskriminasi. Program pemeriksaan kesehatan gratis dan jaminan pengobatan bagi warga miskin diminta berjalan maksimal hingga tingkat desa. Dukungan standar operasional prosedur (SOP) yang memudahkan akses layanan, khususnya bagi masyarakat di wilayah terpencil, terus dioptimalkan.
Upaya pengentasan kemiskinan juga menjadi perhatian serius, di mana program-program yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat terus digalakkan. Melalui fokus pada tiga pilar utama ini, Pemkab Sigi bertekad menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya. Semua program dirancang untuk meningkatkan efektivitas program Pemkab Sigi dalam melayani warga.
Penanganan Stunting Melalui Kolaborasi Terintegrasi
Masalah stunting menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sigi yang membutuhkan penanganan kolaboratif dan terintegrasi. Bupati Rizal meminta seluruh pihak untuk bekerja sama secara terbuka dalam upaya penanganan stunting. Penguatan peran posyandu, kader kesehatan, dan pemerintah desa menjadi kunci utama dalam strategi ini.
Tenaga kesehatan dan semua pihak terkait didorong untuk tidak ragu melaporkan kondisi sebenarnya di lapangan. Hal ini penting agar pemerintah dapat hadir, memberikan solusi, dan memastikan generasi muda di Kabupaten Sigi tumbuh sehat serta cerdas. Penanganan stunting merupakan persoalan bersama yang memerlukan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.
Data dari Dinas Kesehatan Sigi menunjukkan hasil positif dari upaya ini. Kasus stunting di daerah tersebut mengalami penurunan signifikan pada tahun 2025, menjadi 11,55 persen dari sebelumnya 33 persen. Penurunan sebesar 21,45 persen ini mencerminkan efektivitas program Pemkab Sigi dalam mengatasi masalah gizi kronis pada anak.
Sumber: AntaraNews