Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Provinsi Sulawesi Selatan melaporkan bahwa penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayahnya telah mencapai angka Rp7,78 triliun hingga Mei 2026. Angka signifikan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.
Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPb Kemenkeu Sulsel, Angkaswantoro, menjelaskan bahwa KUR merupakan instrumen penting untuk mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem. Hal ini karena mayoritas pelaku usaha mikro berasal dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dan pekerja informal yang membutuhkan akses permodalan.
Program KUR ini meringankan beban nasabah dengan hanya mewajibkan pembayaran bunga pinjaman sebesar 6 persen, sementara sisa sekitar 9 persen ditanggung penuh oleh pemerintah. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan di Sulawesi Selatan.
Advertisement
Advertisement
Dukungan KUR untuk Sektor Prioritas Ekonomi Sulawesi Selatan
Penyaluran KUR di Sulsel menunjukkan dominasi yang kuat pada sektor pertanian, dengan total mencapai Rp3,62 triliun dari keseluruhan dana yang disalurkan. Tingginya porsi ini menegaskan peran krusial sektor pertanian sebagai penggerak utama perekonomian daerah. Sektor ini juga menjadi penopang ketahanan pangan yang vital bagi Sulawesi Selatan.
Selain pertanian, sektor perdagangan juga menerima porsi besar dalam Penyaluran KUR di Sulsel, dengan total mencapai Rp2,02 triliun. Hal ini mencerminkan dinamika aktivitas ekonomi dan kebutuhan modal kerja yang tinggi di sektor perdagangan. Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing pelaku usaha di pasar lokal maupun regional.
Sektor real estate juga tidak luput dari perhatian, dengan penyaluran KUR sebesar Rp671,79 miliar. Sementara itu, sektor-sektor lainnya secara kolektif menerima pembiayaan sebesar Rp1,47 triliun. Sebaran penyaluran ini menunjukkan bahwa KUR terus dimanfaatkan oleh pelaku usaha lintas sektor untuk memperkuat modal kerja dan mengembangkan usaha produktif di berbagai bidang.
Advertisement
Advertisement
Pemerataan Akses Pembiayaan dan Optimalisasi KUR
Angkaswantoro mengungkapkan bahwa Kabupaten Bone menjadi wilayah dengan penyaluran KUR terbesar di Sulawesi Selatan. Kondisi ini diharapkan dapat menjadi pemicu positif untuk pemerataan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah lain di Sulawesi Selatan. Upaya perluasan jangkauan KUR terus digalakkan.
Pemerintah terus berkomitmen untuk mendorong optimalisasi program KUR agar mampu memperkuat perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Ini sejalan dengan visi pembangunan nasional yang inklusif dan merata.
Pihak perbankan juga turut aktif mengupayakan berbagai cara untuk meningkatkan penyaluran pada sektor usaha perikanan, mengingat potensi besar sektor tersebut di Sulawesi Selatan. Selain itu, perbankan bertekad menjaga rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) tetap di bawah 2 persen, memastikan keberlanjutan program KUR.
Advertisement
Sumber: AntaraNews