Pemkab Sigi Ajak Lintas Sektor Perkuat Pencegahan Penyakit, Fokus Turunkan Stunting dan TBC
Pemerintah Kabupaten Sigi mengajak seluruh lintas sektor untuk memperkuat Pencegahan Penyakit Sigi, khususnya dalam menangani stunting dan TBC yang meningkat.
Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, secara aktif mengajak seluruh lintas sektor untuk bersinergi dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit. Langkah ini diambil guna memperkuat kinerja sektor kesehatan di wilayah tersebut.
Ajakan ini disampaikan langsung oleh Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, saat bertemu awak media di Kabupaten Sigi pada hari Sabtu. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi untuk mencapai tujuan kesehatan masyarakat yang lebih baik. Rizal Intjenae menyatakan, "Tentunya pencegahan dan pengendalian penyakit ini sebagai upaya memperkuat kinerja sektor kesehatan di Sigi."
Fokus utama dari inisiatif ini adalah peningkatan kinerja dan akuntabilitas seluruh jajaran kesehatan, termasuk pengelolaan data serta kebersihan lingkungan. Hal ini diharapkan dapat mendeteksi dan melaporkan masalah kesehatan secara dini, menjamin efektivitas program pencegahan penyakit di Sigi.
Akuntabilitas Data Kunci Pencegahan Penyakit Sigi
Bupati Moh Rizal Intjenae secara tegas mengemukakan pentingnya peningkatan kinerja dan akuntabilitas seluruh jajaran kesehatan di Sigi. Khususnya, pengelolaan data kesehatan dan kebersihan lingkungan menjadi sorotan utama dalam upaya pencegahan penyakit Sigi yang komprehensif. Keberhasilan program kesehatan sangat bergantung pada data yang akurat dan terbarukan, yang menjadi dasar pengambilan keputusan.
Menurut Rizal, kemampuan para tenaga kesehatan, terutama puskesmas dan bidan desa, dalam mendeteksi dan melaporkan masalah kesehatan sedini mungkin sangatlah krusial. Beliau menegaskan, "Jika data dasar seperti jumlah ibu hamil atau kasus kesehatan di wilayah tidak diketahui secara rinci, maka ada yang keliru dalam sistem pelaporan." Pernyataan ini menunjukkan urgensi data valid untuk strategi pencegahan penyakit yang efektif.
Pemkab Sigi berkomitmen untuk memastikan setiap laporan kesehatan mencerminkan kondisi riil di lapangan tanpa ada distorsi. Akuntabilitas dalam pelaporan data menjadi fondasi penting untuk merumuskan kebijakan kesehatan yang tepat sasaran dan intervensi yang diperlukan. Dengan demikian, program pencegahan penyakit dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Tantangan Kesehatan di Sigi: Lonjakan Stunting dan TBC
Kabupaten Sigi saat ini menghadapi sejumlah isu prioritas terkait kesehatan dan lingkungan yang memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak. Isu tersebut meliputi tingginya angka Tuberkulosis (TBC) dan peningkatan signifikan kasus stunting di wilayah ini, yang menjadi indikator penting dalam upaya pencegahan penyakit. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi sektor kesehatan di Sigi.
Data terbaru mencatat adanya kenaikan kasus stunting di Sigi pada tahun 2024, mencapai angka 33 persen dari total populasi anak. Angka ini meningkat 6,6 persen dari 26,4 persen setelah sebelumnya selama tiga tahun berturut-turut mengalami penurunan. Lonjakan ini mendesak Dinas Kesehatan Sigi untuk segera mengambil langkah konkret dan terkoordinasi.
Bupati Rizal secara khusus mengimbau Dinas Kesehatan Sigi serta puskesmas untuk fokus pada langkah-langkah konkret penurunan kasus stunting dan TBC. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas PUTR. Kolaborasi ini bertujuan agar berjalan lebih efektif untuk memastikan lingkungan tetap bersih dan sehat sebagai bagian integral dari strategi pencegahan penyakit.
Sinergi Lintas Sektor untuk Masyarakat Sigi yang Lebih Sehat
Untuk mengatasi berbagai tantangan kesehatan yang ada, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama bagi Pemerintah Kabupaten Sigi. Sinergi antara Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) sangat diperlukan. Kerjasama ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung upaya pencegahan penyakit secara holistik.
Bupati Rizal berharap ke depan dapat terbangun sinergi yang lebih kuat dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit di seluruh wilayah Sigi. Peningkatan kualitas lingkungan dan pelayanan kesehatan juga menjadi prioritas utama yang harus terus diupayakan. Dengan demikian, masyarakat Sigi dapat merasakan dampak positif dari program-program kesehatan yang dijalankan.
Pada intinya, pemerintah daerah memastikan untuk tetap memperkuat kualitas layanan kesehatan demi tercapainya masyarakat Sigi yang lebih sehat dan sejahtera secara berkelanjutan. Komitmen ini merupakan bagian integral dari strategi jangka panjang Pemkab Sigi. Upaya pencegahan penyakit akan terus digalakkan melalui pendekatan yang terintegrasi dan partisipatif.
Sumber: AntaraNews