Pemkab Sigi Ajak Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting, Angka Kasus Melonjak 33%
Pemerintah Kabupaten Sigi gencar mengajak lintas sektor untuk mempercepat Penurunan Stunting Sigi setelah angka kasus melonjak signifikan menjadi 33% pada 2024, memicu kekhawatiran dan upaya serius.
Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, secara aktif mengajak seluruh lintas sektor untuk berkolaborasi dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di wilayahnya. Langkah strategis ini diambil menyusul data terbaru yang menunjukkan peningkatan signifikan kasus stunting. Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, menekankan pentingnya sinergi semua pihak untuk mencapai target Sigi bebas stunting.
Ajakan ini muncul setelah data mencatat kenaikan kasus stunting di Kabupaten Sigi mencapai 33 persen pada tahun 2024. Angka tersebut mengalami lonjakan sebesar 6,6 persen dibandingkan 26,4 persen yang tercatat pada tahun sebelumnya, 2023. Kenaikan mengejutkan ini terjadi setelah tiga tahun sebelumnya menunjukkan tren penurunan, memicu respons cepat dari pemerintah daerah.
Upaya percepatan penurunan stunting ini bertujuan untuk menekan angka kasus yang mengkhawatirkan dan memastikan kesehatan generasi mendatang. Pemkab Sigi berkomitmen penuh dalam mewujudkan Kabupaten Sigi yang bebas stunting melalui berbagai program terkoordinasi. Fokus utama adalah penggunaan data akurat serta inovasi untuk penanganan yang efektif di setiap kecamatan.
Lonjakan Kasus Stunting di Sigi dan Respons Pemerintah
Data terbaru menunjukkan bahwa kasus stunting di Kabupaten Sigi mengalami peningkatan yang mengkhawatirkan pada tahun 2024, mencapai angka 33 persen. Kenaikan ini sangat signifikan, yakni sebesar 6,6 persen, dari angka 26,4 persen yang tercatat pada tahun 2023. Lonjakan ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dalam upaya Penurunan Stunting Sigi.
Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, mengungkapkan bahwa kenaikan angka ini cukup mengejutkan. "Kenaikan angka ini cukup mengejutkan, mengingat selama tiga tahun terakhir sejak 2021-2023, angka stunting di Sigi justru menunjukkan tren penurunan," kata Samuel. Situasi ini mendorong Pemkab Sigi untuk memperkuat koordinasi dan strategi Penurunan Stunting Sigi.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sigi menegaskan kembali komitmennya untuk menekan angka stunting. Mereka mengajak seluruh elemen masyarakat dan lintas sektor untuk bersatu padu. Tujuannya adalah mewujudkan Kabupaten Sigi yang bebas dari masalah stunting, demi masa depan generasi penerus yang lebih sehat.
Strategi Kolaboratif dan Penggunaan Data Akurat untuk Penurunan Stunting Sigi
Dalam upaya Penurunan Stunting Sigi, Pemerintah Kabupaten Sigi telah menginisiasi berbagai strategi kolaboratif. Salah satu langkah konkret adalah inovasi Tim Gemas Pemkab Sigi yang dirancang untuk memastikan setiap kecamatan memiliki strategi. Inovasi ini juga mencakup indikator pencapaian yang jelas dalam penanganan stunting.
Samuel Yansen Pongi menekankan pentingnya penggunaan data yang akurat dalam setiap upaya penanganan stunting. "Tentunya sangat penting penggunaan data yang akurat dalam setiap upaya penanganan stunting sehingga program yang dibuat oleh pemda dapat tercapai optimal," ujarnya. Pendekatan berbasis data ini diharapkan membuat program lebih efektif.
Lebih lanjut, Wakil Bupati Sigi juga menginstruksikan agar semua kepala desa dan kepala puskesmas bekerja berbasis data. Termasuk juga tim percepatan penurunan stunting (TPPS) diwajibkan melakukan hal serupa. Hal ini untuk memastikan program yang dijalankan lebih efektif dan efisien dalam mencapai target Penurunan Stunting Sigi.
Memperkuat Sinergi Menuju Sigi Emas Bebas Stunting
Keberhasilan Penurunan Stunting Sigi sangat bergantung pada penguatan sinergi antara berbagai pihak. Pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan dapat bekerja sama secara lebih erat. Kolaborasi ini menjadi kunci utama untuk mencapai target bebas stunting di Kabupaten Sigi.
Samuel Yansen Pongi mengungkapkan harapannya terhadap kerja sama ini. "Harapannya ke depan sinergi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat bisa memperkuat kerja sama demi tercapainya target bebas stunting di Kabupaten Sigi menuju Sigi Emas," tuturnya. Visi Sigi Emas menjadi motivasi dalam upaya besar ini.
Dengan sinergi yang kuat dan program yang terarah, Pemkab Sigi optimis dapat mengatasi tantangan stunting. Komitmen bersama ini diharapkan mampu membalikkan tren kenaikan angka stunting. Tujuannya adalah menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di Kabupaten Sigi.
Sumber: AntaraNews