Program Genting BKKBN Kaltim Perkuat Upaya Cetak Generasi Unggul Bebas Stunting
BKKBN Kaltim terus memperkuat Program Genting untuk mencetak generasi unggul. Inisiatif ini fokus pada penanganan stunting secara intensif, memastikan tidak ada lagi kasus baru di Kalimantan Timur.
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) secara aktif memperkuat Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Langkah ini diambil untuk mencetak generasi unggul seiring dengan penanganan stunting yang semakin intensif di wilayah tersebut. Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Kaltim, Sunarto, menyatakan bahwa upaya ini juga bertujuan mencegah munculnya kasus stunting baru.
Program Genting menjadi salah satu fokus utama dalam percepatan penanganan dan pencegahan stunting yang dilakukan Kemendukbangga/BKKBN Kaltim bersama Pemerintah Provinsi Kaltim dan pemerintah kabupaten/kota. Inisiatif ini melibatkan berbagai intervensi sensitif yang krusial bagi tumbuh kembang anak. Pelaksanaan program ini menunjukkan komitmen kuat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan keluarga.
Di Samarinda, pada Sabtu (27/6), Sunarto menjelaskan bahwa intervensi program Genting mencakup penyediaan rumah layak huni, sanitasi yang memadai, asupan gizi seimbang, serta akses terhadap air bersih. Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam menurunkan angka stunting. Program ini juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif sebagai orang tua asuh.
Intervensi Komprehensif Program Genting untuk Kesejahteraan Keluarga
Program Genting yang digagas Kemendukbangga/BKKBN Kaltim tidak hanya berfokus pada aspek gizi, tetapi juga mencakup intervensi sensitif yang lebih luas. Penyediaan rumah layak huni menjadi prioritas untuk memastikan keluarga memiliki tempat tinggal yang sehat dan aman. Sanitasi yang memadai dan akses air bersih juga merupakan komponen penting dalam upaya pencegahan stunting.
Langkah-langkah ini telah diperkuat melalui penandatanganan berita acara serah terima Data Keluarga Risiko Stunting (KRS). Penyerahan data ini dilakukan antara Kemendukbangga/BKKBN Kaltim dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim. Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan sinergi pemerintah daerah dalam mengatasi permasalahan stunting secara terpadu.
Sunarto menekankan bahwa mencetak generasi unggul bukanlah proses instan, melainkan membutuhkan serangkaian tahapan yang terencana. Hal ini meliputi pemenuhan kebutuhan dasar seperti rumah yang layak, sanitasi, dan akses air bersih. Selain itu, penguatan ketahanan dan kualitas keluarga serta pengentasan kemiskinan juga menjadi fondasi penting dalam mencapai tujuan tersebut.
Sebaran Bantuan dan Partisipasi Masyarakat dalam Program Genting
Hingga 9 Juni 2026, Program Genting telah menjangkau 2.897 rumah tangga sasaran penerima bantuan di Kalimantan Timur. Angka ini menunjukkan cakupan yang luas, meliputi sembilan kabupaten/kota di Kaltim. Hanya Kabupaten Mahakam Ulu yang belum tercatat dalam daftar penerima manfaat program ini, menandakan potensi perluasan jangkauan di masa mendatang.
Rumah tangga sasaran ini telah menerima dan akan terus menerima berbagai bentuk bantuan krusial. Bantuan nutrisi untuk perbaikan gizi diberikan kepada 1.311 sasaran, sementara tiga sasaran menerima bantuan rumah layak huni. Selain itu, 31 sasaran mendapatkan akses air bersih dan 10 sasaran memperoleh jamban sehat, menunjukkan diversifikasi jenis bantuan sesuai kebutuhan.
Lebih lanjut, sebanyak 1.542 sasaran juga mendapatkan pendampingan atau edukasi yang berkelanjutan. Edukasi ini penting untuk meningkatkan pemahaman keluarga mengenai praktik gizi yang baik dan pola hidup sehat. Pendampingan ini diharapkan dapat memberdayakan keluarga agar mampu menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak secara mandiri.
Sunarto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam Program Genting dengan menjadi orang tua asuh. Partisipasi ini merupakan bentuk investasi sosial yang berharga, membantu warga yang secara finansial kurang beruntung. Inisiatif ini juga dianggap sebagai investasi akhirat, menunjukkan dimensi kemanusiaan yang kuat dalam program pencegahan stunting.
- Kota Samarinda: 295 sasaran
- Kota Balikpapan: 85 sasaran
- Kota Bontang: 500 sasaran
- Kabupaten Berau: 123 sasaran
- Kabupaten Kutai Barat: 169 sasaran
- Kabupaten Kutai Kartanegara: 1.079 sasaran
- Kabupaten Kutai Timur: 33 sasaran
- Kabupaten Paser: 330 sasaran
- Kabupaten Penajam Paser Utara: 283 sasaran
Sumber: AntaraNews