Pemkot Bengkulu Optimalkan Program Genting, Tekan Angka Stunting Signifikan
Pemerintah Kota Bengkulu serius menekan angka stunting melalui optimalisasi Program Genting Bengkulu. Inisiatif ini melibatkan orang tua asuh dan kolaborasi lintas sektor demi memastikan gizi anak terpenuhi, menunjukkan hasil penurunan stunting yang signi
Pemerintah Kota Bengkulu kini gencar mengoptimalkan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) sebagai langkah strategis. Program ini bertujuan utama menekan angka stunting di wilayah Kota Bengkulu. Upaya ini menunjukkan komitmen serius Pemkot dalam mewujudkan generasi penerus yang sehat dan cerdas.
Inisiatif Genting berfokus pada pemenuhan gizi anak-anak melalui kolaborasi lintas sektor yang kuat. Selain itu, program ini juga mengandalkan kepedulian aktif dari masyarakat setempat. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Bengkulu, Rosminiarty, menjelaskan pentingnya pendampingan gizi harian.
Rosminiarty menegaskan, "Target kami adalah memastikan kebutuhan makanan bergizi mereka terpenuhi setiap hari melalui pendampingan ini (program Genting)." Pendampingan melalui program Genting diharapkan mampu memberikan dampak positif secara berkelanjutan. Langkah ini diambil untuk mengatasi masalah stunting yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia.
Fokus Pemkot Bengkulu pada Genting
DP3AP2KB Kota Bengkulu saat ini tengah melakukan pemetaan intensif untuk mengidentifikasi anak-anak yang membutuhkan bantuan. Pemetaan ini bertujuan memastikan seluruh anak yang mengalami stunting atau berisiko stunting mendapatkan orang tua asuh. Proses ini merupakan bagian krusial dari strategi implementasi Program Genting.
Berdasarkan data pemerintah kota pada periode Januari hingga Desember 2025, tercatat sebanyak 45 anak mengalami stunting dan 97 anak masuk kategori berisiko stunting. Untuk merespons kondisi ini, Pemkot Bengkulu telah menetapkan 41 orang tua asuh. Mereka akan bertanggung jawab memberikan perhatian khusus, terutama asupan nutrisi dan susu rutin.
Para orang tua asuh ini memiliki peran vital dalam memastikan pertumbuhan optimal anak-anak. Fokus utama adalah pada pemenuhan gizi seimbang yang esensial bagi perkembangan mereka. Dukungan berkelanjutan dari orang tua asuh diharapkan dapat memutus rantai masalah stunting.
Pencapaian dan Evaluasi Program
Keberhasilan Program Genting tercermin dari tren positif penurunan prevalensi stunting di Kota Bengkulu. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) menunjukkan penurunan signifikan. Angka stunting di Bengkulu turun dari 12,9 persen pada tahun 2022 menjadi 6,7 persen pada tahun 2023.
Penurunan drastis ini menunjukkan efektivitas intervensi yang telah dilakukan oleh Pemkot Bengkulu. Melalui program Genting, pemerintah optimistis Kota Bengkulu dapat mencapai target nol kasus atau zero stunting. Target ambisius ini diharapkan tercapai dalam beberapa tahun ke depan.
Untuk memastikan intervensi tepat sasaran, evaluasi rutin bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait terus dilakukan. Survei data faktual di lapangan juga menjadi bagian penting dari proses ini. Program Genting diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga gerakan berkelanjutan.
Harapannya adalah mewujudkan generasi Kota Bengkulu yang sehat, cerdas, dan tangguh di masa depan. Komitmen berkelanjutan dari semua pihak akan menjadi kunci keberhasilan. Dengan demikian, cita-cita nol stunting dapat terwujud demi masa depan yang lebih baik.
Sumber: AntaraNews