Tahukah Anda? Program Genting di Sulut Bantu Bangun Rumah Layak Huni, Tekan Angka Stunting
Program Genting di Sulawesi Utara tidak hanya fokus pada pencegahan stunting, tetapi juga berhasil mewujudkan rumah layak huni bagi keluarga berisiko. Simak bagaimana inisiatif ini bekerja!
Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang diinisiasi oleh Kemendukbangga/BKKBN menunjukkan dampak nyata di Sulawesi Utara. Inisiatif ini berhasil membantu pembangunan rumah layak huni bagi dua keluarga di Kabupaten Minahasa dan Kota Manado. Langkah konkret ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengatasi prevalensi stunting yang masih menjadi perhatian serius di wilayah tersebut.
Mendukbangga/BKKBN, Wihaji, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hari kedua kunjungan mereka di Sulawesi Utara, berfokus pada edukasi dan penanganan langsung. Sebelumnya, bersama Ketua Komisi IX, mereka telah melakukan edukasi kepada para guru mengenai pemahaman sederhana tentang keluarga. Kunjungan lapangan ini menjadi bukti komitmen pemerintah untuk tidak hanya berdiskusi, tetapi juga bertindak langsung.
Kunjungan lapangan pada hari kedua diarahkan khusus untuk menemui keluarga risiko stunting (KRS), guna memastikan bantuan tepat sasaran dan efektif. Wihaji menegaskan pentingnya pendekatan langsung ini mengingat angka prevalensi stunting di Indonesia dan Sulawesi Utara yang masih cukup tinggi. Kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, menjadi kunci utama keberhasilan program ini.
Fokus Penanganan Stunting di Sulawesi Utara
Angka prevalensi stunting di Indonesia saat ini mencapai 19,8 persen, namun di Sulawesi Utara, angka tersebut sedikit lebih tinggi, yakni 20,8 persen. Data ini menunjukkan urgensi penanganan stunting yang lebih intensif di provinsi tersebut. Wihaji menekankan bahwa bupati dan wali kota memiliki tanggung jawab besar untuk bekerja sama dalam menurunkan angka ini.
Kunjungan ke keluarga risiko stunting (KRS) menjadi langkah strategis untuk memahami kondisi riil di lapangan. Dengan melihat langsung tantangan yang dihadapi keluarga, pemerintah dapat merumuskan intervensi yang lebih tepat dan efektif. Pendekatan personal ini juga membantu membangun kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah.
Edukasi kepada masyarakat dan pihak terkait, seperti guru, juga menjadi bagian integral dari Program Genting. Pemahaman yang baik mengenai gizi dan pola asuh yang benar diharapkan dapat mencegah stunting sejak dini. Program ini tidak hanya berfokus pada penanganan kasus yang sudah ada, tetapi juga pada pencegahan melalui peningkatan pengetahuan.
Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Berisiko
Salah satu hasil nyata dari Program Genting adalah pembangunan rumah layak huni bagi keluarga yang membutuhkan. Di Desa Wusa, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, tim menemukan anak-anak kecil yang tidak memiliki rumah. "Nah, kita bangunkan rumah," ujar Wihaji, menunjukkan respons cepat terhadap kebutuhan dasar.
Kasus serupa juga ditemukan di Kelurahan Pandu, Kecamatan Bunaken, Kota Manado. Di sana, tim bersama pihak kecamatan, pemerintah kabupaten, lurah, Disdukcapil Sulut, dan Kaper menjumpai keluarga anak berisiko stunting dengan kondisi rumah yang tidak layak huni. Meskipun air bersih terpenuhi, keluarga tersebut tidak memiliki jamban yang memadai.
Kondisi ini memerlukan perhatian serius, tidak hanya dari sisi gizi tetapi juga sanitasi dan tempat tinggal yang layak. Wihaji menambahkan bahwa masalah anak ketiga dalam keluarga tersebut juga akan diselesaikan, menunjukkan pendekatan holistik dalam penanganan. Pembangunan rumah dan perbaikan sanitasi adalah fondasi penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang anak.
Implementasi Arahan Presiden: Turun Langsung ke Lapangan
Kunjungan lapangan yang dilakukan oleh Menteri Wihaji merupakan implementasi langsung dari arahan Presiden. "Pesan Presiden jangan banyak seminar, jangan banyak lokakarya, jangan banyak diskusi, terjun ke lapangan, selesaikan masalah di semua provinsi termasuk di Sulawesi Utara," kata Wihaji mengutip pesan tersebut. Hal ini menegaskan pentingnya tindakan nyata di lapangan.
Pendekatan ini memastikan bahwa bantuan dan program pemerintah benar-benar sampai kepada mereka yang berhak dan membutuhkan. Dengan terjun langsung, pemerintah dapat mengidentifikasi masalah secara akurat dan memberikan solusi yang relevan. Ini adalah ikhtiar pemerintah melalui gerakan orang tua asuh cegah stunting atau Genting.
Fokus pada penyelesaian masalah secara langsung di lapangan diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup keluarga berisiko. Program Genting menjadi contoh bagaimana kolaborasi dan tindakan nyata dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen nasional untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.
Sumber: AntaraNews