Bandara H. AS Hanandjoeddin Perkuat Komitmen Cegah Stunting di Belitung Melalui Program Genting
Bandara H. AS Hanandjoeddin Tanjungpandan aktif berpartisipasi dalam Program Genting untuk cegah stunting, menunjukkan kepedulian terhadap gizi anak bangsa di Belitung.
Manajemen Bandara H. AS Hanandjoeddin Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kini terlibat aktif sebagai perusahaan partisipan. Keterlibatan ini dalam Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap generasi masa depan.
General Manager Bandara H. AS Hanandjoeddin, Hernindya Arie Setyawan, menyatakan bahwa partisipasi ini adalah bentuk sinergi dengan pemerintah daerah. Tujuannya memastikan anak-anak yang menjadi penerus bangsa mendapatkan perhatian dan pemenuhan gizi yang layak.
Melalui kolaborasi dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPKBPMD) Kabupaten Belitung, pihak bandara ditetapkan sebagai orang tua asuh. Mereka akan mendampingi enam anak yang berasal dari enam desa berbeda di wilayah tersebut.
Peran Aktif Bandara H. AS Hanandjoeddin dalam Program Genting
Bandara H. AS Hanandjoeddin Tanjungpandan secara resmi menjadi bagian dari inisiatif nasional Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Program ini berfokus pada upaya percepatan penurunan angka stunting di Indonesia.
Keterlibatan bandara ini menegaskan komitmen mereka untuk terus berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan. Khususnya dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Belitung.
Dalam menjalankan program ini, Bandara H. AS Hanandjoeddin menjalin kolaborasi erat dengan DPPKBPMD Kabupaten Belitung. Sinergi ini penting untuk memastikan efektivitas dan jangkauan program.
Bandara ditunjuk sebagai orang tua asuh bagi enam anak yang tersebar di beberapa desa. Wilayah pendampingan mencakup Desa Terong, Desa Perawas, Desa Sungai Samak, Desa Lassar, Desa Padang Kandis, dan Desa Selat Nasik.
Komitmen Jangka Panjang dan Sinergi Pencegahan Stunting
Dukungan yang diberikan oleh Bandara H. AS Hanandjoeddin tidak hanya bersifat seremonial. Bantuan mencakup pembiayaan pemenuhan kebutuhan gizi dan pendampingan intensif.
Program pendampingan ini direncanakan berlangsung hingga akhir tahun 2026. Ini menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan dalam mengatasi masalah stunting.
Hernindya Arie Setyawan menekankan bahwa program Genting merupakan tanggung jawab sosial perusahaan. Ini bertujuan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Belitung.
Ia juga percaya bahwa sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan. Kolaborasi ini sangat penting dalam menurunkan angka stunting di Belitung. Sebelumnya, Bandara H. AS Hanandjoeddin juga telah menjalankan inisiatif serupa melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan menggandeng Kejaksaan Negeri Belitung, menyalurkan bantuan senilai Rp35.000.000.
Sumber: AntaraNews