Tahukah Anda? 20% Balita Babel Stunting, PT Timah Beri Bantuan Nutrisi Dukung Pencegahan Stunting

Kanwil Kemendukbangga Babel terima bantuan nutrisi Rp27 juta dari PT Timah Tbk untuk 90 keluarga. Ini langkah konkret dukung Pencegahan Stunting di Kepulauan Bangka Belitung.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? 20% Balita Babel Stunting, PT Timah Beri Bantuan Nutrisi Dukung Pencegahan Stunting
PT Timah Tbk menyalurkan bantuan nutrisi senilai Rp27 juta kepada 90 keluarga tidak mampu di Bangka Belitung, mendukung Kanwil Kemendukbangga Babel untuk menekan stunting dan meningkatkan kesehatan balita. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus berupaya keras dalam upaya Pencegahan Stunting yang menjadi isu krusial di wilayah tersebut. Kanwil Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung baru-baru ini menerima dukungan signifikan dari PT Timah Tbk.

Bantuan ini berupa nutrisi dan makanan sehat senilai Rp27 juta, yang secara khusus ditujukan untuk mendukung Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Inisiatif kolaboratif ini diharapkan dapat menjangkau 90 keluarga tidak mampu yang tersebar di enam kabupaten/kota di Bangka Belitung.

Kepala Kanwil Kemendukbangga/BKKBN Babel, Fajar Sentosa, mengungkapkan apresiasinya terhadap kontribusi PT Timah. Bantuan ini menjadi langkah konkret dalam menekan angka stunting yang masih menjadi tantangan serius di provinsi tersebut, seperti yang disampaikannya di Pangkalpinang pada Minggu lalu.

Dukungan dari PT Timah Tbk ini merupakan bagian integral dari upaya Pencegahan Stunting yang lebih luas di Kepulauan Bangka Belitung. Program Genting, yang menjadi wadah penyaluran bantuan ini, berfokus pada pemberian asupan gizi yang memadai bagi anak-anak di keluarga kurang mampu.

Bantuan senilai Rp27 juta tersebut akan didistribusikan kepada 90 keluarga yang membutuhkan di Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Bangka Barat, Belitung Timur, dan Kota Pangkalpinang. Fajar Sentosa menyoroti bahwa "Bangka Selatan menjadi fokus karena angka stunting dan jumlah penduduk miskin di sana cukup tinggi," menunjukkan pendekatan yang terarah.

Langkah ini menunjukkan sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mengatasi permasalahan kesehatan masyarakat. Kontribusi PT Timah diharapkan dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk turut serta dalam program-program serupa demi kesejahteraan masyarakat.

Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, kasus stunting di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih memerlukan perhatian serius. Fajar Sentosa menjelaskan bahwa "saat ini kasus stunting di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah mengalami penurunan, namun masih tinggi karena sebanyak 20 balita dari 100 ibu yang melahirkan masih stunting dan ini masih tinggi."

Angka ini mengindikasikan bahwa sekitar 20% balita di Bangka Belitung masih mengalami kondisi stunting, sebuah fakta yang menuntut intervensi lebih lanjut. Penting untuk diingat bahwa stunting tidak hanya disebabkan oleh kekurangan gizi semata, melainkan juga oleh faktor pola asuh yang kurang tepat.

Oleh karena itu, Pencegahan Stunting membutuhkan pendekatan yang holistik dan komprehensif. Selain bantuan nutrisi, dukungan infrastruktur dasar seperti pembangunan jamban untuk rumah tidak layak huni juga sangat dibutuhkan. "Kami berharap perusahaan lain juga ikut berkontribusi melalui program CSR atau TJSL, misalnya membantu pembangunan jamban bagi masyarakat tidak mampu agar upaya pencegahan stunting lebih optimal," ujar Fajar Sentosa, menekankan pentingnya peran multi-sektoral.

Upaya ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga pada peningkatan kesadaran dan praktik pola asuh yang baik di kalangan orang tua. Dengan demikian, diharapkan angka stunting dapat terus ditekan hingga mencapai target yang diharapkan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi