FOTO: GENTING Collaboration Summit 2025 Tegaskan Arah Baru Kolaborasi Nasional Cegah Stunting
GENTING Collaboration Summit 2025 menjadi momentum konsolidasi nasional untuk memperkuat kolaborasi percepatan penurunan stunting.
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Kemendukbangga)/BKKBN menyelenggarakan GENTING Collaboration Summit 2025 di Jakarta, Rabu (10/12/25). Forum nasional ini menjadi ajang konsolidasi bagi para pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam pelaksanaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) sekaligus menyelaraskan kebijakan untuk tahun 2026.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji menyampaikan apresiasi kepada ribuan Orang Tua Asuh (OTA) yang selama setahun terakhir mendampingi keluarga berisiko stunting. Ia menegaskan bahwa program GENTING telah memberi dampak besar bagi upaya penurunan stunting di Indonesia.
Acara yang dihadiri lebih dari 300 perwakilan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, BUMN/BUMD, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, komunitas, hingga media ini dibuka dengan pemutaran video perjalanan satu tahun implementasi GENTING. Tayangan tersebut menampilkan berbagai intervensi yang dilakukan bersama para mitra, mulai dari pemenuhan gizi, penyediaan air bersih, perbaikan sanitasi, hingga edukasi pencegahan stunting di berbagai wilayah.Sebagai bentuk apresiasi,
Kemendukbangga/BKKBN memberikan penghargaan kepada lebih dari 50 institusi dan individu yang dinilai berkontribusi konsisten dalam pendampingan keluarga berisiko stunting. Penerima penghargaan meliputi BUMN, perusahaan swasta, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, serta media yang aktif menjalankan empat menu intervensi GENTING di daerah masing-masing.
Pada momen yang sama, Kemendukbangga/BKKBN juga menegaskan arah kebijakan GENTING untuk tahun 2026. Fokus utama meliputi penguatan tata kelola, peningkatan akurasi data sasaran, serta perluasan kemitraan pentahelix. Program ini ditargetkan menjangkau lebih banyak keluarga di daerah prioritas, termasuk Nusa Tenggara Timur dan Jawa Barat.